..:: klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. ..:: Di sini, Rp 10.000,- bekerja untuk Anda ::..
Showing posts with label gen. Show all posts
Showing posts with label gen. Show all posts

Monday, May 31, 2010

Misteri "Hidup di atap Dunia"

misteri atap dunia

Peneliti asal AS memecahkan misteri kemampuan masyarakat Tibet hidup di ‘atap dunia’. Penemuan itu dapat membantu pengobatan beberapa penyakit parah. Peneliti dari University of Utah menemukan 10 gen yang membantu masyarakat Tibet hidup di tempat tinggi di mana individu normal akan merasa sakit. Dua dari gen tersebut berhubungan dengan hemoglobin, substansi di dalam darah yang mengaliri oksigen ke seluruh tubuh.



Dokter mengatakan penelitian yang dipublikasikan di Science dapat membantu pengobatan beberapa penyakit parah soal ketinggian dan penyakit lainnya.

Penyakit ketinggian adalah nama yang diberikan pada efek sakit yang disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan kurangnya oksigen di tempat tinggi. Ini juga berhubungan dengan komplikasi otak dan paru-paru di mana dapat diobati dengan terapi mendaki gunung.

Masyarakat Tibet telah mengalami evolusi gen dibandingkan yang lain akibat tinggal di tempat tinggi, yang tidak dimiliki orang lain. Profesor Lynn Jorde dari University of Utah School of Medicine mengatakan, “Untuk pertamakalinya kita memiliki unsur gen yang dapat menjelaskan adaptasi tersebut.”

Studi ini melihat ekstraksi DNA dari sampel darah yang diambil dari 75 penduduk yang hidup di ketinggian 4500 meter. Tim dari Utah ini bekerja sama dengan Qinghai University Medical School, China, untuk membandingkan kode genetis mereka dengan populasi penduduk di ketinggian rendah di China dan Jepang.

Profesor Josey Prchal dari University of Utah mengatakan bahwa tindakan ini dapat membantu mengembangkan pengobatan penyakit yang terjadi di banyak tempat.”Yang menarik dari masyarakat Tibet adalah mereka tidak mengembangkan jumlah sel darah merah yang tinggi. Jika kita mengerti hal ini, maka kita dapat mengembangkan terapi bagi penyakit manusia,” ucapnya.

Profesor Hugh Montgomery, ahli genetis dan direktur dari UCL Institute for Human Health and Performance at University College London, mengatakan studi ini dapat membantu memahami bagaimana pasien dengan penyakit gagal jantung dan paru-paru dapat hidup dengan oksigen rendah di dalam darah.

Montgomery mengatakan pada BBC, “Ini penting secara klinis karena ini dapat membantu mengerti bagaimana pasien mengatasi level oksigen yang rendah. Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan terapi obat baru.


sumber:inilah.com

Rahasia Panjang umur, pada Gen

Rahasia Panjang umur, pada Gen

Peneliti menemukan hidup sampai usia 100 tahun tidak berkaitan dengan gaya hidup, namun tergantung pada tipe gen asalkan memiliki DNA yang tepat. Penelitian pada gen orang-orang yang hidup lebih dari seratus tahun dan keluarga mereka, ditemukan terjadi sedikit mutasi yang dipercaya para ilmuwan memberikan proteksi tambahan untuk melawan penyakit di umur tua. Hal itu sama seperti proteksi dalam melawan efek dari gaya hidup yang tidak sehat di mana dipercaya dapat membunuh manusia lebih awal.






Eline Slagboom dari Leiden University yang memimpin studi ini pada 300 orang berusia sangat tua di Belanda baru-baru ini menerbitkan studi yang menunjukkan bagaimana fisiologi orang dari keluarga yang hidup lebih lama memiliki perbedaan dari individu normal.

“Orang yang hidup di usia tua memiliki metabolisme lemak dan glukosa yang berbeda, kulit mereka bertambah umur begitu lambat dan mereka memiliki prevalensi rendah mengenai penyakit jantung, diabetes, darah tinggi. Faktor ini semua berada di bawah kontrol genetis yang kuat, sehingga kita dapat melihat di fitur yang sangat sama dari anak para orang yang sangat tua.”

Nama gen Methuselah diambil dari orang paling tua di Alkitab, di mana hidup sampai umur 969, dipercaya memiliki gen ADIPOQ, sebuah gen yang berhubungan dengan metabolisme di mana juga ditemukan 10% orang muda dan 30% di orang-orang yang hidup di atas 100 tahun.

Diharapkan penemuan ini akan memungkinkan para peneliti untuk menemukan obat antitua di mana akan memperlambat proses penuaan. Jika ini terjadi, maka obat-obatan dapat menjadi keunggulan para industri farmasi di mana penundaan tanda atau gejala tua begitu digemari di seluruh dunia dan orang-orang rela menghabiskan triliunan rupiah setiap tahunnya.

Dr David Germs, peneliti umur panjang di University College London, percaya bahwa pengobatan ini akan menyebar. “Jika kita mengetahui gen yang mengontrol lama hidup maka kita dapat menemukan protein apa saja yang dapat membuat dan menargetkan gen ini di dalam obat-obatan. Dan mungkin saja ini dapat digunakan untuk memperlambat penuaan,” kata Germs.

sumber:inilah.com
..::klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. _ __