..:: klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. ..:: Di sini, Rp 10.000,- bekerja untuk Anda ::..
Showing posts with label hewan. Show all posts
Showing posts with label hewan. Show all posts

Thursday, July 22, 2010

Marmut SUPER, akibat perubahan Iklim

Marmut SUPER akibat pergaulan bebas
Marmut SUPER, marmut yang berukuran dan memiliki berat badan lebih dari marmut - marmut yang lain. Hewan pengerat ini ( Marmut SUPER ) terlahir akibat pergaulan bebas... (baca: perubahan iklim). Yach. begitulah hipotesis para peneliti yang menemukan sang Marmut SUPER.

Kata mereka, para peneliti marmut Super itu, hewan pengerat yang biasa ber- hibernasi di musim dingin ini terpaksa bangun dari tidur panjangnya. Lho, koq terpaksa bangun ?? emang siapa yang mbangunin ??



Peneliti ber-asumsi bahwa sang marmut, terbangun karena PANASSS... maksudnya, karena musim panas datang lebih awal. Dan sayangnya musim panas juga lama untung pergi. Alhasil musim panas menjadi lebih panjang...

Musim panjang yang panas ini, eh musim panas yang panjang ini secara tak langsung menyebabkan si Marmut berubah menjadi Marmut SUPER..!! Itu karena menurut jadwal harian sang marmut, musim panas adalah musim untuk makan sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk musim dingin. karena musim panas yang bertambah panjang, maka jadwal si marmut juga tambah panjang dan hasilnya => Marmut SUPER (kelebihan berat badan) hehe...

Penelitian soal marmut Super itu dipimpin oleh Dr Arpat Ozgul dari Imperial College London. Ia menemukan adanya peningkatan massa tubuh marmut sebanyak 11 persen, begitu juga dengan populasi si marmut, meningkat hingga 25 persen dalam 33 tahun terakhit.


dimodif dari: telegraph.co.uk
-

Wednesday, June 30, 2010

Cairan apa yang bikin Semut terpeleset?? hayo....?


Serangga, termasuk semut bisa melekat pada semua tempat, hampir semua bahan buatan dan alami berkat cairan emulsi yang dihasilkan di bagian bawah kaki mereka. Emulsi ini terdiri dari campuran minyak dan air, yang mirip dengan fla puding atau saus. Dengan kemampuan dan bakat yang menonjol mereka itu, maka serangga-serangga termasuk semut patut bertanggung jawab untuk milyaran kerusakan di rumah, ladang, dan kesehatan manusia di seluruh dunia setiap tahunnya.

Akan tetapi tak ada gading yang tak retak, sepandai-pandai tupai meoncat suatu saat akan terjatuh juga. dan... Semut -pun bisa terpeleset juga.. hehehe....




mahasiswa doktoral Jan-Henning Dirks dan professor pembimbing Dr Christofer Clemente, serta Dr Walter Federle menciptakan lapisan penolak serangga non-toxic yang baru dan bisa bertahan lama, mereka menyingkirkan air dari emulsi, sehingga serangga akan terpeleset dengan minyak mereka.

"Serangga akan terpeleset seperti manusia dengan kaki basah di kamar mandi," kata Dirks.

Dirks dan koleganya sudah menyelidiki selama setahun tentang bagaimana serangga menempel di permukaan dan bisa membawa beban berat. Mereka melapisi permukaan dengan berbagai bahan untuk menguji kemampuan menempel serangga. Penemuan cairan penolak serangga ini mereka katakan adalah suatu "kebetulan".

"Suatu hari kami melakukan," kata Dirks. "Ada kesalahan di permukaan yang kami lapisi. Daripada membuangnya, saya mengeluarkan mikroskop dan melihatnya sekali lagi. Ternyata cairan ini bisa membuat serangga terpeleset."

Dirks mengatakan bahwa mereka sudah menguji teknologi pada sedikit spesies serangga seperti semut dan kecoa. Karena semua kaki serangga sangat mirip dan menghasilkan bahan yang sama, peneliti menyimpulkan bahwa teknologi ini bisa diterapkan pada serangga lain.

Tim peneliti sudah mendapat paten untuk teknologi itu dan sekarang ini mencari mitra komersial untuk bekerja dengan penemu untuk membuat teknologi tersedia kepada konsumen.

"Bahan kami tidak bisa rusak. Bisa bertahan sangat lama. Ini seperti cat di dinding anda," kata Dirks.

Peneliti mengatakan produk mereka bisa dipakai di dinding, furniture, pipa ventilasi, tempat makanan, dan botol bayi.


sumber:erabaru.net


Wednesday, June 2, 2010

Harimau yang Lupa Diri

harimau yang lupa diri

Ada seorang petani, disebelah ladangnya ada sepetak tanah yang ditumbuhi ilalang yang panjang, biasanya banyak binatang buas yang bersembunyi dibalik padang ilalang tersebut, petani takut ladangnya dirusak oleh binatang buas, setiap hari dia membawa sebuah busur dan panah berjalan meronda antara ladang dan padang ilalangnya.

Pada suatu hari seperti biasanya petani ini sedang meronda, sepanjang hari ini sepi-sepi saja, setelah senja karena capek petani duduk di gubuk diladangnya beristirahat.

Pada saat ini dia melihat bunga-bunga ilalang bergoyang, melambai-lambai tinggi :”Sungguh heran, saya sedang duduk dengan tenang, tidak ada angin kencang kenapa bunga ilalang bergoyang dan terbang keatas? Mungkinkah dipadang ilalang ada binatang buas yang sedang bergerak-gerak?



Setelah terpikir demikian, dengan hati-hati petani berdiri memperhatikan keadaan di padang ilalang, setelah diperhatikan dengan seksama, dia melihat ada seekor harimau sedang berada dibalik padang ilalang sedang melompat-lompat terkadang menggoyangkan kepalanya dan terkadang menggoyangkan ekornya kelihatannya sangat gembira.

Kenapa harimau begitu gembira? Petani berpikir, pasti dia mendapat buruan, harimau sangat gembira sampai lupa daratan, tidak memperhatikan bahaya yang mungkin terjadi sekelilingnya, dengan gembira dia melompat-lompat tinggi sehingga badannya yang besar terlihat oleh petani.

Dengan mengendap-endap petani mendekati harimau, dengan panahnya membidik kearah harimau, ketika sekali lagi harimau melompat tinggi, panah petani meluncur, menancap ke badan harimau, harimau meraung kesakitan dan jatuh tersungkur ditanah.

Petani
mendekati harimau, dada harimau tertancap panah dan dibawah harimau ada seekor musang yang telah mati.

Harimau setelah mendapat buruan seekor musang sangat gembira, dia tidak menyangka akan dipanah mati, karena gembira menjadi lupa daratan. Didalam kehidupan ini, harus hati-hati, jangan karena kemenangan / kegembiraan sesaat membuat lupa diri, tidak memperhatikan bahaya yang berada disekeliling yang dapat merengut nyawa.


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
sumber:erabaru.net

Binatang pencipta dan penemu solusi

Binatang pencipta dan penemu solusi

Setiap hari kita menggunakan banyak alat hasil penemuan para ilmuwan yang mempermudah kita melakukan sesuatu. Dari yang paling sederhana misalnya sendok dan palu. Penemuan yang kompleks misalnya mobil dan telepon. Banyak orang berpikir bahwa hanya manusia yang menciptakan alat. Jangan salah, hewan juga banyak menggunakan alat bantu. Apa saja penemuannya? simak yuk!

Semut api menggunakan lumutnya untuk menyerap air dan membawanya ke sarang. Berang-berang laut menggunakan batu sebagai palu untuk membuka cangkang kerang. Apakah sejak lahir mereka mengetahui hal ini? Ataukah mencontoh penemuan berang-berang yang lain?






Para ilmuwan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan mengamati binatang di alam. Mereka telah mencatat bahwa semua berang-berang laut-muda dan tua-menggunakan batu untuk memecahkan cangkang keras. Pada dasarnya semua melakukannya dengan cara yang sama. Dan semua semut api menggunakan lumut dengan cara yang sama juga. Jadi penggunaan alat oleh berang-berang dan semut api mungkin merupakan kemampuan bawaan.


Penemuan Simpanse


Simpanse menggunakan ranting untuk menangkap rayap. Ia mematahkan ranting dengan panjang ideal. Lalu dengan hati-hati menusukkan alat ke lubang dalam gundukan rayap. Rayap menyerang tongkat, dan tongkat itu ditariknya keluar, telah dikerubuti oleh rayap lezat. Tidak seperti berang-berang laut, simpanse secara individu membuat dan menggunakan alat berbeda.

Simpanse muda belajar keterampilan dengan menonton simpanse lebih tua. Beberapa kali yang muda membuat penyelidikan dari sebuah ranting, alat ini kasar dan tidak bekerja dengan baik. Dengan berlatih, simpanse muda meningkatkan keterampilan mereka membuat alat.


Penemuan Tikus

Kita tahu tikus itu bisa menggerogoti dan merusak apa saja, tidak hanya kayu, plastik bahkan sabunpun digigitinya. Tapi tikus itu tidak mati karena menelan apa saja yang digerogotinya, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dr Paul Sherman dan Gabriela Shuster meneliti Gerbil - jenis tikus Afrika ini tinggal di bawah tanah, dengan koloni biasanya mencapai hingga tiga ratus ekor. Di laboratorium Dr Sherman Cornell University, mengurung mereka didalam rumah kotak plastik besar berlubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara, di mana mereka langsung saja menggerogoti lubang dengan gigi depan yang besar, untuk membuat lubang bertambah besar, supaya mereka bisa kabur dari situ.
 
Sebelum menggerogoti plastik, supaya plastik itu tidak tertelan, tikus mencari sepotong kayu atau mengupas akar. Ia menaruh potongan atau kupasan di belakang gigi depan. “Pelindung” ini seperti perisai di mulutnya untuk menahan serpihan dan debu plastik masuk ke tenggorokan/tertelan.





Dr. Sherman dan Ms. Shuster tidak yakin kapan tikus mulai menggunakan "pelindung". Tidak ada yang melihat jika tikus menggunakan potongan kayu saat binatang pertama kali dibawa ke laboratorium dua puluh tahun yang lalu. Para ilmuwan juga tidak tahu apakah tikus liar menggunakan "pelindung" ketika mereka menggerogoti tanah karena tidak ada yang pernah melihat mereka bekerja di bawah tanah.

Untuk mempelajari lebih lanjut, Sherman dan Shuster menambahkan potongan batu-pasir halus, mirip dengan tanah asli. Tikus kadang-kadang menggunakan "pelindung", tapi tidak sesering ketika mereka menggigit plastik. Ketika para peneliti menambahkan gabus, busa plastik, dan tanah liat, dan barang-barang yang bisa langsung rusak/patah dalam sekali gigitan, tikus tidak menggunakan “pelindung” untuk menggerogotinya. Jadi ia bisa menilai kapan ia butuh “pelindung” atau tidak.

Apakah semua tikus menciptakan "pelindung" untuk melindungi iritasi plastik dari leher mereka? Tikus di beberapa laboratorium menggunakan potongan kayu dengan cara yang sama. Ini bisa berarti bahwa semua tikus tahu cara untuk melindungi leher mereka saat menggerogoti sesuatu untuk mencari makan atau kabur dari suatu tempat.

Tapi hanya tikus yang lebih tua yang menggunakan potongan kayu. Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa tikus muda dilahirkan tidak tahu bagaimana menggunakan potongan sebagai "pelindung", tetapi harus belajar dari orang tua mereka. Itu berarti setidaknya seekor tikus menciptakan alat. Naluri atau penemuan? Tidak seorangpun yakin. Namun “keahlian” ini diwariskan turun-temurun.


Gagak Memecahkan Masalah dan Menemukan Solusi

Binatang lain yang dapat memikirkan solusi pemecahan masalah adalah gagak. Burung ini mengumpulkan batu, kemudian menjatuhkan mereka pada musuh. Apakah penemuan gagak? Untuk mengetahui, Dr Bernd Heinrich memberi gagak masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Dr. Bernd mengikat daging pada ujung tali panjang yang diikat pada sebuah dahan. Satu-satunya cara bagi gagak untuk makan daging adalah menarik tali sampai ke tenggeran tersebut. Tapi Dr Heinrich membuat masalah sulit dengan memilih sebuah tali yang sangat panjang. Apa yang kira-kira gagak akan lakukan ya?

Awalnya satu gagak mematuk tali atau menukik daging yang diikat tali itu, namun gagal. Akhirnya, seekor gagak yang lain bertengger di dahan dan menggulung pendek tali dengan paruhnya. Gagak menggunakan sebelah kakinya untuk menjepit tali ke dahan, mencegah daging dari jatuh ke tempat asalnya. Burung itu kemudian menggunakan paruhnya untuk menggulung benang pada dahan supaya menjadi pendek. Setelah mengulanginya beberapa kali, burung itu bisa mengambil daging. Pintar ya?

Akhirnya, sebagian besar gagak lainnya yang melihat temannya melakukan itu, menggulung tali dengan cara yang sama. Setelah mereka mengetahui caranya, mereka dapat menggunakan cara dengan sempurna setiap kali. Karena tidak ada gagak yang tahu dari awal bagaimana cara memecahkan masalah, namun mereka berusaha menemukan caranya melalui beberapa kali percobaan, Dr Heinrich menyimpulkan bahwa mereka telah berhasil menemukan solusi. 

 


Hewan selain manusia mungkin tidak akan menemukan alat rumit seperti komputer atau pesawat terbang. Tetapi beberapa dari mereka lebih kreatif dari yang mungkin Anda pikirkan. Jadi kita sebagai manusia yang telah dianugerahi akal oleh Tuhan, harus lebih kreatif mencari solusi sebuah masalah, jangan mudah menyerah.

 Ayo semangat!

sumber:erabaru.net

Monday, May 31, 2010

Kodok Pinokio (Pinokio dari Papua)

Kodok Pinokio (Pinokio dari Papua)

Siapa yang tak kenal tokoh pinokio? semua orang pasti tau bocah boneka kayu yang suka berbohong ini. Semakin bocah ini berbohong, hidungnya akan semakin bertambah panjang (makanya jangan suka bohong..). Seperti pinokio, katak ini memiliki hidung panjang, tapi ga suka bohong lho... ( ga tau juga ya..).

Ilmuwan yang masuk jauh ke dalam hutan Indonesia menemukan koleksi spesies baru, termasuk katak berhidung Pinokio, wallabi terkecil di dunia dan tokek bermata kuning.

Sebuah kelompok ilmuwan internasional menemukan spesies di Pegunungan Foja di pulau terpencil New Guinea pada akhir 2008. Kelompok ini merilis rincian, termasuk foto menjelang Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei kemarin.



Banyak dari spesies yang ditemukan selama survei diyakini baru bagi ilmu pengetahuan, kata Conservation International dan National Geographic Society. Spesies itu termasuk di dalamnya beberapa mamalia baru, reptil, amfibi, dan serangga.

Penemuan itu muncul setelah ilmuwan memperingatkan meningkatnya ancaman di mana spesies makin cepat hilang saat planet menghangat, dan hutan serta habitat lain dihancurkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan populasi manusia.

"Sementara hewan dan tumbuhan musnah di seluruh dunia dengan kecepatan yang tidak pernah dilihat dalam jutaan tahun, penemuan itu benar-benar luar biasa dan sangat dibutuhkan sebagai berita positif," kata Bruce Beehler, peserta ekspedisi Conservation International seperti dikutip dari Yahoonews.

Pegunungan Foja berada di Provinsi Papua dan mencakup area besar hutan tropis yang belum dikembangkan dan tidak terganggu.

Conservation International mendapati kodok hidung benjol seperti Pinokio yang menunjuk ke atas dan ke bawah.

Tim juga menemukan tikus jinak, tokek dengan jari membungkuk dan bermata kuning, merpati kaisar baru dan Walabi hutan berukuran mini yang diyakini sebagai anggota terkecil dari keluarga kangguru yang pernah didokumentasikan di dunia.

Penemuan lain yang dicatat selama survei termasuk kelelawar mekar yang memakan nektar hutan hujan, dan tikus pohon berukuran kecil.

sumber:inilah.com
-----
..::klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. _ __