..:: klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. ..:: Di sini, Rp 10.000,- bekerja untuk Anda ::..
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Friday, June 11, 2010

Negarakertagama Pupuh 13

negarakertagama majapahit pupuh 13
1. Terperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu M’layu:
Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya pun ikut juga disebut
Daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane
Kampe, Haru serta Mandailing, Tamihang, negara Perlak dan Padang






2. Lwas dengan Samudra serta Lamuri, Batan, Lampung dan juga Barus
Itulah terutama negara-negara Melayu yang t’lah tunduk
Negara-negara di pulau Tanjungnegara: Kapuas-Katingan
Sampit, Kota Lingga, Kota Waringin, Sambas, Lawai ikut tersebut


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 14



Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)




-

Wednesday, June 9, 2010

Tembang Pocung

Tembang Jawa gendhing Pocung
Ngelmu iku
Kalakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budaya pangekese dur angkara



Angkara gung
Neng angga aggung gumulung
Gogolonganira
Triloka lekere kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda




Bada lamun
Kang sus sengsem reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martotama



Taman limut
Durgameng tyas kang weh limput
Karem ing karamat
Karana karoban ing sih
Sihing sukma ngreda sahardi gengira



Yeku patut
Tinulad-tulad tinurut
Sapituduhira
Aja kaya jaman mangkin
Keh pra mudha mundhi diri lapal makna



Durung pecus
Kesusu kaselak besus
Amaknani lapal
Kaya sayid weton mesir
Pendak-pendhak mengendhok gunaning janma


Kang kadyeku
Kalebu wong ngaku-aku
Akale alangka
Elok jawane den mohi
Paksa ngangkah langkah met kawruh ing Mekah



Nora weruh
Rosing rasa kang rinuruh
Lumeketing angga
Anggere padha marsudi
Kana-kene kaanane nora beda


Uger lugu
Den ta mrih pralebdeng kalbu
Yen kabul kabuka
Ing drajad kajating urip
Kaya kang wus winahyeng sekar Srinata



Basa ngelmu
Mupakate lan panemu
Pasahe lan tapa
Yen satriya tanah Jawi
Kuna-kuna kang ginilut tri-prakara



Lila lamun
Kelangan nora gegetun
Trima yen kataman
Sakserik sameng dumadi
Tri legawa nalangsa srah ing Bathara



Bathara Gung
Inguger 'graning jajantung
Jenek Hyang Wisesa
Sana pasenbedan suci
Nora kaya si mudha mudhar angkara



Nora uwus
Kareme anguwus-uwus
Uwose tan ana
Mung janjine muring-muring
Kaya buta muteng betah nganiaya



Sakeh luput
Ing angga tansah linimput
Linimpat ing sabda
Narka lan ana udani
Lumuh ala ardane ginawe gada



Durung punjul
Ing kawruh kaselak jukul
Kaseselan hawa
Cepet kapepetan pamrih
Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa


Diambil dari Serat Wedhatama (dari http://gending-jawa.blogspot.com/2007/03/tembang-pocung.html)



Tuesday, June 8, 2010

Negarakertagama Pupuh 12

Negarakertagama Majapahit pupuh

1. Teratur rapi semua perumahan sepanjang tepi benteng
Timur tempat tinggal pemuka pendeta Siwa Hyang Brahmaraja
Selatan Buda-sangga dengan Rangkanadi sebagai pemuka
Barat tempat arya, menteri dan sanak-kadang adiraja

2. Di timur, tersekat lapangan, menjulang istana ajaib
Raja Wengker dan rani Daha penaka Indra dan Dewi Saci
Berdekatan dengan istana raja Matahun dan rani Lasem
Tak jauh di sebelah selatan raja Wilwatikta






3. Di sebelah utara pasar: rumah besar bagus lagi tinggi
Di situ menetap patih Daha, adinda Baginda di wengker
Batara Narapati, termashur sebagai tulang punggung praja
Cinta taat kepada raja, perwira, sangat tangkas dan bijak

4. Di timur laut rumah patih Wilwatikta, bernama Gajah Mada
Menteri wira, bijaksana, setia bakti kepada negara
Fasih bicara, teguh tangkas, tenang tegas, cerdik lagi jujur
Tangan kanan maharaja sebagai, penggerak roda negara

5. Sebelah selatan puri, gedung kejaksaan tinggi bagus
Sebelah timur perumahan Siwa, sebelah barat Buda
Terlangkahi rumah para menteri, para arya dan satria
Perbedaan ragam pelbagai rumah menambah indahnya pura

6. Semua rumah memancarkan sinar warnanya gilang-cemerlang
Menandingi bulan dan matahari, indah tanpa upama
Negara-negara di nusantara, dengan Daha bagai pemuka
Tunduk menengadah, berlindung di bawah Wilwatika


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 13


Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)


Negarakertagama Pupuh 11

1. Itulah penghadap balai witana, tempat takhta, yang terhias serba bergas
Pantangan masuk ke dalam istana timur, agak jauh dari pintu pertama
Ke Istana Selatan, tempat Singawardana, permaisuri, putra dan putrinya
Ke Istana Utara, tempat Kertawardana. Ketiganya bagai kahyangan




2. Semua rumah bertiang kuat, berukir indah, dibuat berwarna-warni
Kakinya dari batu merah pating berunjul, bergambar aneka lukisan
Genting atapnya bersemarak serba meresapkan pandang, menarik perhatian
Bunga tanjung, kesara, campaka dan lain-lainnya terpencar di halaman


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 12

Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)

-

Saturday, June 5, 2010

Negarakertagama Pupuh 10

Negarakertagama pupuh kerjaaan Majapahit indonesia

1. Inilah pembesar yang sering menghadap di balai witana
Wredamentri, tanda menteri pasangguhan dengan pengiring
Sang Panca Wilwatikta: mapatih, demung, kanuruhan, rangga
Tumenggung, lima priyayi agung yang akrab dengan istana





2. Semua patih, demung negara bawahan dan pengalasan
Semua pembesar daerah yang berhati tetap dan teguh
Jika datang, berkumpul di kepatihan seluruh negara
Lima menteri utama, yang mengawal urusan negara

3. Satria, pendeta, pujangga, para wipra, jika menghadap
Berdiri di bawah lindungan asoka di sisi witana
Begitu juga dua dharmadhyaksa dan tujuh pembantunya
Bergelar arya, tangkas tingkahnya, pantas menjadi teladan


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 11



Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)




-

Negarakertagama Pupuh 9

1. Inilah para penghadap: pengalasan Ngaran, jumlahnya tak terbilang
Nyu Gading Janggala-Kediri, Panglarang, Rajadewi, tanpa upama
Waisangka kapanewon Sinelir, para perwira Jayengprang Jayagung
Dan utusan Pareyok Kayu Apu, orang Gajahan, dan banyak lagi

2. Begini keindahan lapang watangan luas bagaikan tak berbatas
Menteri, bangsawan, pembantu raja di Jawa, di deret paling muka
Bhayangkari tingkat tinggi berjejal menyusul di deret yang kedua
Di sebelah utara pintu istana, di selatan satria dan pujangga





3. Di bagian barat: beberapa balai memanjang sampai mercudesa
Penuh sesak pegawai dan pembantu serta para perwira penjaga
Di bagian selatan agak jauh: beberapa ruang, mandapa dan balai
Tempat tinggal abdi Sri narapati Paguhan, bertugas menghadap

4. Masuk pintu kedua, terbentang halaman istana berseri-seri
Rata dan luas, dengan rumah indah berisi kursi-kursi berhias
Di sebelah timur menjulang rumah tinggi berhias lambang kerajaan
Itulah balai tempat terima tatamu Sri nata di Wilwatikta


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 10

Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)


Negarakertagama Pupuh 8

1. Tersebut keajaiban kota: tembok batu merah, tebal tinggi, mengitari pura
Pintu barat bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan luas,bersabuk parit
Pohon brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk aneka ragam
Di situlah tempat tunggu para tanda terus-menerus meronda, jaga paseban

2. Di sebelah utara bertegak gapura permai dengan pintu besi penuh berukir
Di sebelah timur: panggung luhur, lantainya berlapis batu, putih-putih mengkilat
Di bagian utara, di selatan pekan, rumah berjejal jauh memanjang, sangat indah
Di selatan jalan perempat: balai prajurit tempat pertemuan tiap Caitra





3. Balai agung Manguntur dengan balai Witana di tengah, menghadap padang watangan
Yang meluas ke empat arah; bagaian utara paseban pujangga dan menteri
Bagian timur paseban pendeta Siwa-Buda, yang bertugas membahas upacara
Pada masa grehana bulan Palguna demi keselamatan seluruh dunia

4. Di sebelah timur pahoman berkelompok tiga-tiga mengitari kuil siwa
Di sebelah tempat tinggal wipra utama, tinggi bertingkat, menghadap panggung korban
Bertegak di halaman sebelah barat; di utara tempat Buda bersusun tiga
Puncaknya penuh berukir; berhamburan bunga waktu raja turun berkorban

5. Di dalam, sebelah selatan Manguntur tersekat pintu, itulah paseban
Rumah bagus berjajar mengapit jalan ke barat, disela tanjung berbunga lebat
Agak jauh di sebelah barat daya: panggung tempat berkeliaran para perwira
Tepat di tengah-tengah halaman bertegak mandapa penuh burung ramai berkicau

6. Di dalam, di selatan ada lagi paseban memanjang ke pintu keluar pura yang kedua
Dibuat bertingkat-tangga, tersekat-sekat, masing-masing berpintu sendiri
Semua balai bertulang kuat bertiang kokoh, papan rusuknya tiada tercela
Para prajurit silih berganti, bergilir menjaga pintu, sambil bertukar tutur


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 9


Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)

Thursday, June 3, 2010

Negarakertagama Pupuh 7

1. Melambung kidung merdu pujian sang prabu, beliau membunuh musuh-musuh
Bagai matahari menghembus kabut, menghimpun negara di dalam kuasa
Girang janma utama bagai bunga tunjung, musnah durjana bagai kumuda
Dari semua desa di wilayah negara pajak mengalir bagai air

2. Raja menghapus duka si murba sebagai Satamanyu menghujani bumi
Menghukum penjahat bagai dewa Yana, menimbun harta bagaikan Waruna
Para telik masuk menembus segala tempat laksana Hyang Batara Bayu
Menjaga pura sebagai dewi Pretiwi, rupanya bagus seperti bulan



3. Seolah-olah Sang Hyang Kama menjelma, tertarik oleh keindahan pura
Semua para puteri dan isteri sibiran dahi Sri Ratih
Namun sang permaisuri, keturunan Wijayarajasa, tetap paling cantik
Paling jelita bagaikan Susumna, memang pantas jadi imbangan Baginda

4. Berputeralah beliau puteri mahkota Kusumawardani, sangat cantik
Sangat rupawan jelita mata, lengkung lampai, bersemayam di Kabalan
Sang menantu Sri Wikramawardana memegang perdata seluruh negara
Sebagai dewa-dewi mereka bertemu tangan, menggirangkan pandang




Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 8


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)

-----

Negarakertagama Pupuh 6

1. Telah dinobatkan sebagai raja tepat menurut rencana
Laki tangkas rani Lasem bagai raja daerah Matahun
Bergelar Rajasawardana sangat bagus lagi putus dalam naya
Raja dan rani terpuji laksana Asmara dengan Pinggala

2. Sri Singawardana, rupawan, bagus, muda, sopan dan perwira
Bergelar raja Paguhan, beliaulah suami rani Pajang
Mulia perkawinannya laksana Sanatkumara dan dewi Ida
Bakti kepada raja, cinta sesama, membuat puas rakyat



3. Bhre Lasem Menurunkan puteri jelita Nagarawardani
Bersemayam sebagai permaisuri pangeran di Wirabumi
Rani Pajang menurunkan Bhre Mataram Sri Wikramawardana
Bagaikan titisan Hyang Kumara, wakil utama Sri narendra

4. Puteri bungsu rani Pajang mem’rintah daerah Pawanuhan
Berjuluk Surawardani masih muda indah laksana gambar
Para raja pulau Jawa masing-masing mempunyai negara
Dan Wilwatikta tempat mereka bersama menghamba Sri nata


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 7


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)


Wednesday, June 2, 2010

Negarakertagama Pupuh 5

1. Adinda Baginda raja di Wilwatikta:
Puteri jelita, bersemayam di Lasem
Puteri jelita Daha, cantik ternama
Indudewi puteri Wijayarajasa



2. Dan lagi puteri bungsu Kertawardana
Bertakhta di Pajang, cantik tidak bertara
Puteri Sri Narapati Jiwana yang mashur
Terkenal sebagai adinda Sri Baginda


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 6


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)


-----

Negarakertagama Pupuh 4

1. Puteri Rajadewi Maharajasa, ternama rupawan
Bertakhta di Daha, cantik tak bertara, bersandar nam guna
Adalah bibi Baginda, adik maharani di Jiwana
Rani Daha dan rani Jiwana bagai bidadari kembar



2. Laki sang rani Sri Wijayarajasa dari negeri Wengker
Rupawan bagai titisan Upendra, mashur bagai sarjana
Setara raja Singasari, sama teguh di dalam agama
Sangat mashurlah nama beliau di seluruh tanah Jawa


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 5


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)



Negarakertagama Pupuh 3

1. Beliau bersembah bakti kepada ibunda Sri Rajapatni
Setia mengikuti ajaran Buda, menyekar yang telah mangkat
Ayahanda Baginda raja yalah Sri Kertawardana raja
Keduanya teguh beriman Buda demi perdamaian praja



2. Ayahnya Sri Baginda raja bersemayam di Singasari
Bagai Ratnasambawa menambah kesejahteraan bersama
Teguh tawakal memajukan kemakmuran rakyat dan negara
Mahir mengemudikan perdata, bijak dalam segala kerja



Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 4


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)


-----

Negarakertagama Pupuh 2

1. Sang Sri Rajapatni yang ternama adalah nenekanda Sri Baginda
Seperti titisan Parama Bagawati memayungi jagat raya
Selaku wikuni tua tekun berlatih yoga menyembah Buda
Tahun Saka dresti saptaruna (1272) kembali beliau ke Budaloka



2. Ketika Sri Rajapatni pulang ke Jinapada, dunia berkabung
Kembali gembira bersembah bakti semenjak Baginda mendaki takhta
Girang ibunda Tribuwana Wijayatunggadewi mengemban takhta
Bagai rani di Jiwana resmi mewakili Sri Narendra-putera


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 3


sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)

-----

Negarakertagama Pupuh 1

1. Om! Sembah pujiku orang hina ke bawah telapak kaki Pelindung jagat
Siwa-Buda Janma-Batara sentiasa tenang tenggelam dalam Samadi
Sang Sri Prawatanata, pelindung para miskin, raja adiraja dunia
Dewa-Batara, lebih khayal dari yang khayal, tapi tampak di atas tanah

2. Merata serta meresapi segala makhluk, nirguna bagi kaum Wisnawa
Iswara bagi Yogi, Purusa bagi Kapila, hartawan bagai Jambala
Wagindra dalam segala ilmu, dewa Asmara di dalam cinta berahi
Dewa Yama di dalam menghilangkan penghalang dan menjamin damai dunia



3. Begitulah pujian pujangga penggubah sejarah raja, kepada Sri Nata
Rajasanagara, Sri Nata Wilwatikta yang sedang memegang tampuk negara
Bagai titisan Dewa-Batara beliau menyapu duka rakyat semua
Tunduk setia segenap bumi Jawa, bahkan malah seluruh nusantara

4. Tahun Saka masa memanah surya (1256) beliau lahir untuk jadi narpati
Selama dalam kandungan di Kahuripan, telah tampak tanda keluhuran
Gempa bumi, kepul asap, hujan abu, guruh halilintar menyambar-nyambar
Gunung Kampud gemuruh membunuh durjana, penjahat musnah dari negara

5. Itulah tanda bahwa Batara Girinata menjelma bagai raja besar
Terbukti, selama bertakhta, seluruh tanah Jawa tunduk menadah p’rintah
Wipra, satria, waisya, sudra, keempat kasta sempurna dalam pengabdian
Durjana berhenti berbuat jahat, takut akan keberanian Sri Nata


Berlanjut ke Negarakertagama Pupuh 2



sponsor: http://www.productreview.com.au/?a_aid=180650d3
Sumber: Prof. Dr. Slamet Mulyana (Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya)
-----

Monday, May 31, 2010

Kodok Pinokio (Pinokio dari Papua)

Kodok Pinokio (Pinokio dari Papua)

Siapa yang tak kenal tokoh pinokio? semua orang pasti tau bocah boneka kayu yang suka berbohong ini. Semakin bocah ini berbohong, hidungnya akan semakin bertambah panjang (makanya jangan suka bohong..). Seperti pinokio, katak ini memiliki hidung panjang, tapi ga suka bohong lho... ( ga tau juga ya..).

Ilmuwan yang masuk jauh ke dalam hutan Indonesia menemukan koleksi spesies baru, termasuk katak berhidung Pinokio, wallabi terkecil di dunia dan tokek bermata kuning.

Sebuah kelompok ilmuwan internasional menemukan spesies di Pegunungan Foja di pulau terpencil New Guinea pada akhir 2008. Kelompok ini merilis rincian, termasuk foto menjelang Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei kemarin.



Banyak dari spesies yang ditemukan selama survei diyakini baru bagi ilmu pengetahuan, kata Conservation International dan National Geographic Society. Spesies itu termasuk di dalamnya beberapa mamalia baru, reptil, amfibi, dan serangga.

Penemuan itu muncul setelah ilmuwan memperingatkan meningkatnya ancaman di mana spesies makin cepat hilang saat planet menghangat, dan hutan serta habitat lain dihancurkan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan populasi manusia.

"Sementara hewan dan tumbuhan musnah di seluruh dunia dengan kecepatan yang tidak pernah dilihat dalam jutaan tahun, penemuan itu benar-benar luar biasa dan sangat dibutuhkan sebagai berita positif," kata Bruce Beehler, peserta ekspedisi Conservation International seperti dikutip dari Yahoonews.

Pegunungan Foja berada di Provinsi Papua dan mencakup area besar hutan tropis yang belum dikembangkan dan tidak terganggu.

Conservation International mendapati kodok hidung benjol seperti Pinokio yang menunjuk ke atas dan ke bawah.

Tim juga menemukan tikus jinak, tokek dengan jari membungkuk dan bermata kuning, merpati kaisar baru dan Walabi hutan berukuran mini yang diyakini sebagai anggota terkecil dari keluarga kangguru yang pernah didokumentasikan di dunia.

Penemuan lain yang dicatat selama survei termasuk kelelawar mekar yang memakan nektar hutan hujan, dan tikus pohon berukuran kecil.

sumber:inilah.com
-----
..::klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. _ __