Indeks Barthel / Barthel's Index merupakan suatu indeks yang digunakan untuk mengukur / menilai kemampuan fungsional penderita paraplegi, atau mungkin lebih tepat digunakan untuk pasien Spinal Cord Injury (SCI) / Cedera Medulla Spinalis.
***
***
Berikut adalah "Indeks Barthel /Barthel's Index"
Showing posts with label alat ukur. Show all posts
Showing posts with label alat ukur. Show all posts
Thursday, January 28, 2010
Indeks Barthel / Barthel's Index
Labels:
alat ukur,
EBOOK DOWNLOAD,
neurologi
Wednesday, January 27, 2010
Owestry Low Back Pain Quistionnaire
Owestry Low Back Pain Quistionnaire atau yang lebih umum disebut "skala Owestry" digunakan untuk menilai pengalaman penderita nyeri punggung bawah / nyeri pinggang / low back pain. Sesuai dengan namanya, Owestry Low Back Pain Quistionnaire ini berupa kuisioner yang sederhana. Pengisiannya oleh penderita yang akan dinilai, yaitu dengan menandai poin-poin yang paling menggambarkan keadaannya.
***
***
Berikut adalah Owestry Low Back Pain Quistionnaire (silakan didownload)
***
***
Berikut adalah Owestry Low Back Pain Quistionnaire (silakan didownload)
Labels:
alat ukur,
EBOOK DOWNLOAD,
muskuloskeletal
Skala Jette
Skala Jette digunakan untuk mengevaluasi nyeri, tingkat kesulitan serta kemandirian penderita OA ( osteoarthritis ) lutut dalam aktivitasnya sehari- hari.
***
***
Untuk lebih jelasnya silakan download: "Skala Jette"
***
***
Untuk lebih jelasnya silakan download: "Skala Jette"
Labels:
alat ukur,
EBOOK DOWNLOAD,
muskuloskeletal
Shoulder Pain and Disability Index (SPADI)
Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) adalah suatu bentuk instrumen untuk mengukur / menilai dan mengevaluasi nyeri bahu dan disability yang menyertainya. Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) terdiri dari 2 skala, skala nyeri ( pain scale ) dan skala disability ( disability scale ). Secara garis besar, SPADI berupa kuisioner dengan jawaban berupa angka yang mengintepretasikan keadaan yang paling sesuai dengan yang dialami oleh penderita nyeri bahu.
***
***
Agar lebih Jelas tentang SPADI silakan download: "Shoulder Pain and Disability Index" (SPADI)
***
***
Agar lebih Jelas tentang SPADI silakan download: "Shoulder Pain and Disability Index" (SPADI)
Labels:
alat ukur,
EBOOK DOWNLOAD,
modalitas
Modified motor assessment scale (MMAS)
Modified motor assessment scale (MMAS) merupakan salah satu instrumen alat ukur yang berupa skala yang digunakan untuk mengukur / menilai kemampuan fungsional penderita Cerebro Vascular Accident (CVA) / stroke. Modified motor assessment scale (MMAS) terdiri dari 8 item aktivitas yang dinilai, dari posisi berbaring hingga berjalan serta gerakan motorik halus.
***
***
Untuk lebih jelasnya silakan download: "Modified motor assessment scale" (MMAS)
***
***
Untuk lebih jelasnya silakan download: "Modified motor assessment scale" (MMAS)
Labels:
alat ukur,
EBOOK DOWNLOAD,
neurologi
Thursday, December 4, 2008
WEIGHT METER / BODY MASS INDEX
Body Massa Indeks (BMI)
Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT) adalah sebuah ukuran “berat terhadap tinggi” badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori Underweight (kekurangan berat badan), Overweight (kelebihan berat badan) dan Obesitas (kegemukan). Rumus atau cara menghitung BMI sangat mudah, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (kg/m�).
Lalu hasil dari BMI tersebut dapat dicocokkan pada Tabel Klasifikasi Internasional dari Underweight, Overweight dan Obesitas pada Orang Dewasa yang disepakati oleh organisasi kesehatan dunia, WHO sebagai berikut :
Contoh: Berat badan saya adalah 77 kg dan tinggi saya adalah 176 cm. Maka BMI saya adalah 77/(1,76)� = 24.86 kg/m�. Bila dicocokkan dalam tabel di atas maka saya masih masuk dalam kategori normal.
Nilai BMI dipengaruhi oleh usia namun sama pada kedua jenis kelamin. Nilai BMI dapat tidak sesuai pada derajat kegemukan dari populasi yang berbeda, dalam hubungannya dengan perbedaan proporsi tubuh. Sebagai contoh, ada orang Amerika dan orang Asia yang memiliki nilai BMI yang sama. Namun dilihat dari kenyataan, orang Asia tersebut memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan orang Amerika. Analogi lain, mana yang lebih berat ‘lemak 40kg + otot 10kg’ atau ‘lemak 20kg + otot 30kg’ ? Sama saja kan?
Memang, lebih mudah mendiagnosis obesitas ketimbang memperbaikinya. Namun mengingat mempertahankan berat badan yang sehat mampu mengurangi resiko penyakit jantung 35-55% maka ini adalah target yang penting.
Nah, untuk mempermudah menghitung nilai BMI anda, saya menyediakan kalkulator BMI di bawah artikel ini. Cukup dengan memasukkan berat dan tinggi badan, maka anda dapat mengetahui berapa nilai BMI beserta di kategori mana anda berada. Sebagai tambahan, disertakan juga berat badan ideal atau yang direkomendasikan agar anda dapat mencapai nilai BMI yang normal.
Selamat mencoba! Be Healthy, Be Happy!
sumber / dikutip dari :http://www.andaka.com/normalkah-body-mass-index-bmi-anda.php
Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT) adalah sebuah ukuran “berat terhadap tinggi” badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori Underweight (kekurangan berat badan), Overweight (kelebihan berat badan) dan Obesitas (kegemukan). Rumus atau cara menghitung BMI sangat mudah, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (kg/m�).


Nilai BMI dipengaruhi oleh usia namun sama pada kedua jenis kelamin. Nilai BMI dapat tidak sesuai pada derajat kegemukan dari populasi yang berbeda, dalam hubungannya dengan perbedaan proporsi tubuh. Sebagai contoh, ada orang Amerika dan orang Asia yang memiliki nilai BMI yang sama. Namun dilihat dari kenyataan, orang Asia tersebut memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan orang Amerika. Analogi lain, mana yang lebih berat ‘lemak 40kg + otot 10kg’ atau ‘lemak 20kg + otot 30kg’ ? Sama saja kan?
Lalu apa gunanya mengetahui nilai BMI?
Dengan mengetahui nilai BMI maka kita dapat mengetahui apakah kita masuk dalam kategori kurang berat badan, normal, atau kelebihan berat badan dan obesitas (kegemukan). Resiko penyakit yang berhubungan dengan derajat kegemukan seperti penyakit jantung, kencing manis bahkan stroke dapat dilihat dari nilai BMI. Sederhananya, BMI adalah alarm peringatan bagi kesehatan anda!Memang, lebih mudah mendiagnosis obesitas ketimbang memperbaikinya. Namun mengingat mempertahankan berat badan yang sehat mampu mengurangi resiko penyakit jantung 35-55% maka ini adalah target yang penting.
Nah, untuk mempermudah menghitung nilai BMI anda, saya menyediakan kalkulator BMI di bawah artikel ini. Cukup dengan memasukkan berat dan tinggi badan, maka anda dapat mengetahui berapa nilai BMI beserta di kategori mana anda berada. Sebagai tambahan, disertakan juga berat badan ideal atau yang direkomendasikan agar anda dapat mencapai nilai BMI yang normal.
Selamat mencoba! Be Healthy, Be Happy!
sumber / dikutip dari :http://www.andaka.com/normalkah-body-mass-index-bmi-anda.php
Sunday, July 20, 2008
VISUAL ANALOGUE PAIN RATING SCALES (VAS)
VISUAL ANALOGUE PAIN RATING SCALES
(VAS)
By : Rohmat Saputro Wibowo
(VAS)
By : Rohmat Saputro Wibowo
VAS merupakan alat ukur yang sederhana untuk mengukur / mengetahui perkiraan derajad / intensitas nyeri secara subjektif. Alat ukur ini awalnya digunakan dalam pemeriksaan psikologi sejak abad ke 20.
Sekitar tahun 70an Huskisson mempopulerkan alat ukur ini dalam aplikasi klinis. VAS berupa sebuah garis lurus sepanjang 10 cm. Garis ini mempresentasikan gambaran intensitas nyeri yang harus ditunjukkan oleh pasien. Pada kedua ujung garis tersebut, Huskisson menggunakan kalimat No Pain dan Pain As Bad As It Could Be.
Penggunaan garis horisontal secara umum lebih disukai dari pada vertikal, kecuali menurut penelitian di Cina yang menunjukkan hal sebaliknya.
Untuk melakukan pengukuran ulang, masih terjadi kontroversi tentang perlunya pasien melihat hasil pengukuran sebelumnya.
MODIFIKASI
Hingga saat ini telah ada berbagai format alternatif yang telah dibuat, antara lain :
- penggunaan angka 0 dan 10 untuk menggantikan kata No Pain dan Pain As Bad AS it Could be
- pada penelitian tentang nyeri lutut, Thomee et al (1995) menggunakan VAS dengan diskripsi No Pain dan Pain As Bad AS Posible
- terdapat garis di tengah-tengah garis lurus tersebut
- dicetak secara vertical atau horisontal
- diberikan tambahan deskripsi sepanjang garis tersebut ( berat, sedang, ringan )
PENGUKURAN
Agar pengukuran dapat berjalan sebagai mestinya, sebelum dilakukan pengukuran pasien diberi penjelasan mengenai pengukuran yang akan dilakukan beserta prosedurnya. Kemudian pasien diminta untuk memberi tanda pada garis sesuai dengan intensitas nyeri yang dirasakan pasien. Biasanya pasien akan memberi tanda berupa goresan garis vertikal pada VAS horisontal, dan sebaliknya. Dalam pengukuran ini pasien diberi kebebasan penuh untuk memberi tanda pada VAS sesuai dengan intensitas nyeri yang ia rasakan.
PENENTUAN SCORE
Penentuan nilai / score VAS dilakukan dengan mengukur jarak antara titik / ujung garis yang menunjukkan no pain hingga ke titik yang ditunjukkan pasien. Pengukuran dilakukan dengan satuan milimeter. Jadi range untuk VAS adalah 0 s.d. 100.
Dalam memperkirakan adanya penurunan derajad nyeri, sangat tidak tepat bila dibandingkan secara langsung sebelum dan setelah terapi dilakukan. Hal tersebut karena penilaian yang pertama dan selanjutnya biasanya memiliki kecenderungan korelasi yang tinggi. Huskisson sendiri menyarankan untuk menggunakan diskripsi seperti berkurang, berkurang sedikit, cukup berkurang, dan total berkurang untuk menggambarkan penurunan derajad nyeri.
RELIABILITAS
- Dalam studinya pada 100 pasien rematologi yang dilakukan pemeriksaaan, Scott dan Huskisson menemukan bahwa VAS vertikal dan horisontal memiliki korelasi 0,99
- Perbandingan pada retest reliability kelompok terpelajar dan bukan terpelajar diperoleh hasil bahwa kelompok terpelajar lebih reliable (0,94) dibandingkan kel non terpelajar (0,71)
- Matthew (2004) dalam penelitiannya berkesimpulan bahwa VAS reliable untuk mengukur low back pain.
VALIDITAS
- Huskisson melaporkan bahwa VAS mempunyai korelasi yang baik (0,75) dengan four point discriptive scale.
- Price etal (1994) dalam penelitiannya menemukan bahwa VAS lebih baik untuk menilai fascial pain dari pada penilaian numerik
- • Elton etal (1979)VAS mempunyai korelasi antara 0,6 – 0,63 dengan Melzack’s McGill Pain Questionnaire
- Breivik E. K., Bjornsson G. A. and Skovlund E (2000) menyatakan, secara sistematis VAS lebih kuat dibandingkan dengan VRS-4 (four category verbal scale). Sensitivitas VAS setara dengan NRS-11 (numeric rating scale).
- Matthew (2004) dalam penelitiannya pada 25 responden yang menderita crinic low back pain menyimpulkan bahwa VAS dan SDS (Sematic Differential Scale) memiliki korelasi yang kuat dan keduanya reliable dan valid untuk mengukur low back pain.
KEUNTUNGAN
- VAS merupakan metode pengukuran intensitas nyeri yang sensitif, murah dan mudah dibuat
- VAS lebih sensitif dan lebih akurat dalam mengukur nyeri dibandingkan dengan pengukuran deskriptif
- Mempunyai korelasi yang baik dengan pengukuran yang lain
- VAS dapat diaplikasikan pada semua pasien, tidak tergantung bahasa bahkan dapat digunakan pada anak-anak di atas usia 5 tahun
- VAS dapat digunakan untuk mengukur semua jenis nyeri
KEKURANGAN
VAS memerlukan pengukuran yang teliti untuk memberikan penilaian, pasien harus hadir saat dilakukan pengukuran, serta secara visual dan kognitif mampu melakukan pengukuran.
VAS sangat bergantung pada pemahaman pasien terhadap alat ukur tersebut. Sehingga edukasi / penjelasan terapis / pengukur tentang VAS terhadap pasien sangat dibutuhkan.
REFERENSI :
Averbuch, Mordechai and Meyer Katzper. Assesment of Visual Analog Versus Categorical Scale for Measurement of Osteoarthritis Pain. http:// jcp.sagepub.com/cgi/content/abstract/44/4/368. 2004
Basuki, Nur. Pain Measurement. 2007
Breivik E. K., Bjornsson G. A. and Skovlund E. A Comparison of Pain Rating Scales by Sampling From Clinical Trial Data. http://cat.inist.fr/?aModele=afficheN&cpsidt=1306482. 2000.
Couper, Mick P., Rogen Tourangeau, Frederick G. Conrad and Eleanor Singer. Evaluating the Effectiveness of Visual Analog Scales. http://www.portal.acm.org/citation.cfm?id=1124604.1124607&coll=GUIDE&dl=GUIDE&CFID=67574846&CFTOKEN=5012311. 2006
Linacre, John Michael. Visual Analog Scales. http://www.rasch.org/rmt/rmt122s.htm
Matthew O., dkk. Reliability of Rating Low Back Pain with a Visual Analogue Scale and a Sematic Differential Scale. http://www.informaworld.com/smpp/content~content=a714036124~db=jour. 2004
Moody, Donelda Gowan. Massage Therapy Research & Outcome Measurement : Pain Rating. http://massagetherapypractice.com/index.php?action=Text&content=1183315077468-6164&module=Website&parentContent=1164930017769-4776. 2007
Labels:
alat ukur,
fisioska,
fisioterapi
Subscribe to:
Posts (Atom)