..:: klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. ..:: Di sini, Rp 10.000,- bekerja untuk Anda ::..
Showing posts with label neurologi. Show all posts
Showing posts with label neurologi. Show all posts

Thursday, January 28, 2010

Indeks Barthel / Barthel's Index

Indeks Barthel / Barthel's Index merupakan suatu indeks yang digunakan untuk mengukur / menilai kemampuan fungsional penderita paraplegi, atau mungkin lebih tepat digunakan untuk pasien Spinal Cord Injury (SCI) / Cedera Medulla Spinalis.

***




***
Berikut adalah "Indeks Barthel /Barthel's Index"


Wednesday, January 27, 2010

Modified motor assessment scale (MMAS)

Modified motor assessment scale (MMAS) merupakan salah satu instrumen alat ukur yang berupa skala yang digunakan untuk mengukur / menilai kemampuan fungsional penderita Cerebro Vascular Accident (CVA) / stroke. Modified motor assessment scale (MMAS) terdiri dari 8 item aktivitas yang dinilai, dari posisi berbaring hingga berjalan serta gerakan motorik halus.

***




***

Untuk lebih jelasnya silakan download: "Modified motor assessment scale" (MMAS)


Tuesday, September 15, 2009

Teori Plastisitas 2

lanjutan Teori Plastisitas 1

PENGGOLONGAN PLASTISITAS OTAK


• Plastisitas dari struktur Anatomi
– Regenerasi (regeneration)
– Penyebaran kolateral (collateral sprouting)
• Penyesuaian fisiologis
– Diaschisis
– Peningkatan sensitivitas hubungan saraf (Denervation supersensitivity)
– Pengefektifan sinapsis laten (Silent synapsis recruitment)
• Cross modal plasticity meliputi:
– Aktivasi bilateral dari sistem motorik
– Penggunaan jalur ipsilateral
– Perekrutan area motorik tambahan


1. Diaschisis (neural shock) atau pemulihan spontan
– Gangguan laten dari aktivitas neuronal di dekat area kerusakan
– Penurunan suplai darah dan metabolisme
– Biasanya pasien menunjukkan gejala flaccid
– Pemulihan dini (3-4 minggu setelah lesi) biasanya disebabkan oleh resolusi dari diaschisis
– Hilangnya edema serebri, perbaikan fungsi sel saraf daerah penumbra, serta adanya kolateral -> dapat terjadi dalam waktu yang tidak lama


2. Perbaikan yang terus berlangsung dalam beberapa bulan bahkan beberapa
tahun (plastisitas otak)
 Pengefektifan sinapsis laten (Silent synapsis recruitment):
Pembukaan jalur yang sebelumnya telah ada tetapi secara fungsional terdepresi à melalui belajar dapat dipanggil ketika sistem yang biasa telah gagal

 Peningkatan sensitivitas hubungan saraf (Denervation supersensitivity): pasca sinapsis menjadi sangat sensitif sehingga impuls saraf minimal mampu diterima, perubahan dalam konduksi dendrit termasuk peningkatan pengeluaran transmitter & disinhibisi terminal eksitatoris

 Axonal regeneration
Terjadi regenerasi pada serabut saraf dimulai dari proksimal menuju ke distal


 Collateral sprouting (pertunasan kolateral)
Merupakan pertunasan dari sel yang utuh / tidak rusak yang berdekatan dengan jaringan saraf yang rusak, ke daerah denervasi setelah sebagian/semua input normalnya rusak.
Pertunasan meningkatkan efektivitas sinaptik & menggantikan sinaps yang rusak à sinaptogenesis dinamis yang terus menerus terjadi dalam keadaan normal





***




***

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMULIHAN

 Ukuran lesi (luas vs sempit? umbra vs penumbra?)
 Umur (bgmn bayi vs orang dewasa vs lanjut usia?)
 Jenis kelamin (bgmn lelaki vs wanita?)
 Tipe/perjalanan kerusakan (mendadak vs perlahan?)
 Kematangan dari area yang rusak
 Fungsi dari area tersisa
 Pengalaman (didapat dari specific training)
 Pemakaian/latihan motorik/ (dari therapeutic intervention)
 Lingkungan
 Intervensi obat-obatan (pharmacotherapy)


IMPLIKASI UNTUK FISIOTERAPIS
• Pemulihan sebenarnya (true recovery) pada otak mungkin terjadi pada situasi tertentu
• Kompensasi mungkin bisa lebih menonjol dibanding dengan pemulihan sebenarnya
• Bila kompensasi dikedepankan maka pemulihan sebenarnya tidak akan terjadi
• Fisioterapis harus tahu kapan mengembangkan pemulihan sebenarnya atau kompensasi; pemulihan sebenarnya memungkinkan gerakan fungsional yang efektif dan efisien walaupun akan terjadi kelambatan kemajuan gerak fungsional
• Intervensi dini lebih efektif daripada intervensi yang terlambat
• Semakin intens fisioterapis semakin menghasilkan outcome yang lebih baik
• Efektifitas biaya
• Pemulihan maksimal terjadi pada masa-masa awal (golden period) tetapi pemulihan dapat terus berlangsung hingga beberapa tahun (jangka panjang)
• Semakin spesifik jenis latihan semakin baik hasil fungsionalnya
• Perlu kerjasama antar profesi rehabilitasi dan jenis intervensinya
• Perlu untuk selalu memantau perkembangan up to date dan melakukan penelitian


PENGARUH LATIHAN MOTORIK TERHADAP PLASTISITAS
• Studi pada hewan: latihan motorik memperkuat hubungan neuron yang ada dan menciptakan hubungan yang baru
• Pada manusia: latihan motorik menghasilkan perubahan fungsional di dalam otak, seperti:
– Perubahan aktivitas di level cortical
– Meningkatkan vaskularisasi
• Otak manusia terbukti sangat adaptif dan plastis serta dapat mengadakan perubahan struktural dan fungsional apabila diberikan stimulasi lingkungan
• Stimulasi lingkungan à berupa stimulasi sensoris diterima oleh individu sebagai sebuah pengalaman & respon tindakan (sensorimotor)
• Ternyata aktivitas di otak juga meningkat pada saat membayangkan gerakan (mental practice), tanpa harus melakukan aktivitas
• Informasi yang masuk dan diterima memori jangka pendek hanya merupakan fenomena biolistrik yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam
• Keberhasilan pembelajaran terjadi à bila informasi ditransfer ke memori jangka panjang à dapat diingat lebih lama, malahan seumur hidup
• Proses transfer informasi itu dapat melalui strategi latihan, ulangan, perhatian & asosiasi
• Memori jangka panjang à terjadi perubahan struktrur otak dengan aktivitas gen, pembentukan protein baru & pertumbuhan cabang-cabang sel neuron
• Orang dengan pengangkatan satu hemisfer otak (hemispherectomy) ternyata menunjukkan relokasi fungsi dan melatih otak yang tersisa untuk melakukan aktivitas yang dulunya dikerjakan oleh hemisfer yang sudah diangkat
• Otak bisa dianalogikan dengan otot, dimana semakin diaktifkan semakin baik hasil yang diperoleh
• Neural plasticitas dapat terjadi tidak hanya pada pemulihan kemampuan motorik tetapi juga pada kemampuan memori, penglihatan ataupun bicara
• Bahkan beberapa tahun setelah stroke, neural plasticitas dapat terus terjadi


source:
Setiawan, M Physio
Disampaikan pada Pelatihan Nasional Dimensi baru penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Stroke secara paripurna Surakarta, 26-28 Juli 2007

Teori Plastisitas 1

Sampai saat ini pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak masih banyak yang berdasarkan pada model hierarki, dimana tiap-tiap bagian otak memiliki struktur tertentu dan memiliki fungsi tertentu pula (Held in Cohen, 1993). Pemahaman terhadap model ini tidaklah salah, tetapi dapat menyebabkan pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak menjadi kaku. Seperti adanya pendapat bahwa kerusakan pada otak tidak akan pernah sembuh kembali, sehingga bagian otak yang rusak tersebut akan kehilangan fungsinya secara permanen

Seharusnyalah dipahami juga bahwa struktur dan fungsi otak adalah fleksibel terkait dengan berbagai sistem tubuh dan lingkungan. Adalah benar sel-sel otak yang mengalami kematian tidak bisa sembuh kembali, tetapi masih ada kemungkinan ruang dan waktu bahwa fungsi otak yang hilang akibat kerusakan tersebut diambil alih oleh bagian otak yang lain dengan cara atau mekanisme plastisitas yang sampai sekarang masih menjadi misteri, walaupun sedikit demi sedikit mulai terkuak (Carr & Shepherd, 1987).


ASUMSI

Beberapa asumsi dasar tentang struktur dan fungsi pada otak terkait dengan plastisitas yang akan dibahas lebih lanjut, diantaranya adalah (Carr & Shepherd, 1987, 1998; Cohen 1993):
• Otak memiliki struktur tertentu dan memiliki fungsi tertentu sesuai dengan penataannya (model hierarki)
• Otak yang normal akan berkembang sesuai dengan kebutuhan (apabila dibutuhkan/ digunakan maka otak akan berkembang dan sebaliknya)
• Pengaturan fungsi tertentu pada otak terdapat pada beberapa tingkat/area, sehingga bila ada satu rusak, masih ada yang mengatur fungsi yang rusak
• Daerah yang tak memiliki fungsi khusus pada otak dapat belajar atau mengambil alih fungsi dari daerah yang mengalami kerusakan



***




***



KERUSAKAN OTAK AKIBAT STROKE

Pada keadaan pasca stroke kerusakan otak dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Kerusakan dari sel otak yang aktual akibat dari lesinya atau disebut area umbra, zona nekrotik, zona infark
2. Gangguan fisiologis sekunder dari sel saraf lain di sekitar atau yang terkait dengan sel otak yang rusak. Disebut area penumbra, zona inhibisi atau diaschisis. Diaschisis ini dapat diakibatkan oleh neural shock, odema, terputusnya aliran darah, atau denervasi sebagian neuron pasca sinapsis pada otak.

Ada juga yang membagi area penumbra ini menjadi dua, yaitu zona degenerasi dan zona odema.
Proporsi luas zona umbra dan penumbra bisa sangat bervariasi tergantung tipe lesi pada otak. Kejadian mendadak, terlokalisisr (misal stroke) proporsi hampir sama antara keduanya, tetapi pada kejadian yang lambat (misal tumor) mungkin hanya ada area umbra tanpa ada penumbra. Sedangkan suatu trauma (misal traumatic brain injury) mungkin mengakibatkan area penumbra lebih dominan (Held in Cohen, 1993).


STUDY PADA MANUSIA DENGAN KERUSAKAN OTAK
• Kapasitas otak untuk merespon kerusakan masih merupakan suatu misteri
• Tidaklah jelas bagaimana otak manusia mampu mengkompensasi terhadap fungsi yang hilang
• Berbagai penelitian di bidang ini sangatlah luar biasa (ada yang mempelajari dari kimiawi, vaskuler, neuro imaging, kelistrikan saraf, perilaku dll)
• Dengan Positron Emission Tomography (PET) dan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) memungkinkan utk mengamati aktivitas otak pada manusia yang hidup tanpa membuka otaknya


PLASTISITAS PADA OTAK
• Kapasitas dari sistem saraf pusat untuk beradaptasi & memodifikasi organisasi struktural & fungsional terhadap kebutuhan, yang bisa berlangsung terus sesuai kebutuhan dan atau stimulasi
• Mekanisme ini merupakan mekanisme kompleks yang melibatkan: perubahan kimia saraf, kelistrikan saraf, penerimaan saraf, perubahan struktur neuron saraf, reorganisasi otak, dll.
• Tidak hanya terjadi pada kerusakan otak seperti stroke, trauma kepala dll, tapi juga terjadi pada degenerasi otak seperti pikun, alzheimer, dll.


PEMULIHAN AKIBAT LESI PADA OTAK
– Dikategorikan sbg pemulihan spontan dan reorganisasi mekanisme neural (perbaikan neurologis) à berlangsung singkat (fase diaschisis)
– Kemampuan plastisitas à terus berlangsung apabila dibutuhkan (regeneration, collateral sprouting, silent synapsis recruitment, denervation supersensitivity)



berlanjut ke Teori Plastisitas 2


source:
Setiawan, M Physio
Disampaikan pada Pelatihan Nasional Dimensi baru penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Stroke secara paripurna Surakarta, 26-28 Juli 2007

Tuesday, December 23, 2008

NYERI LEHER

NYERI LEHER



Pendahuluan

Leher anda memiliki tugas yang berat, yaitu mempertahankan posisi kepala agar tetap tegak. Posisi kerja dengan duduk di depan komputer atau posisi kerja dengan duduk melengkung ke meja hanya membuat tugas leher menjadi semakin sulit.

Postur yang jelek dapat menyumbang terjadinya nyeri leher. Namun desain leher anda juga ikut membuatnya rapuh. Semua struktur penyambung yang memberi leher anda ruang gerak (Range of Motion) yang amat luas merupakan subjek kerusakan “wear-and-tear” (pakai-rusak) dari arthritis dan cedera “overstretching” (terulur berlebihan) dari whiplash.

Nyeri leher yang disertai sakit kepala dan demam bisa jadi adalah gejala meningitis, suatu infeksi membran yang melingkupi otak. Bila leher anda terasa sangat kaku sehingga anda tidak dapat menyentuhkan dagu ke dada, anda harus secepatnya mencari pertolongan medis.

Tanda dan Gejala

Leher anda terdiri dari tulang-tulang, sendi, tendon, ligamen, otot dan syaraf, yang manapun dari bagian-bagian tersebut dapat menyebabkan nyeri. Nyeri leher juga dapat berasal dari daerah di dekat leher, seperti rahang, kepala dan bahu. Sebaliknya, problem di leher anda juga dapat menyebabkan bagian tubuh yang lain mengalami nyeri, seperti punggung atas, bahu atau lengan.

Jika syaraf anda juga ikut terlibat dalam gejala nyeri leher anda, anda akan merasakan kebal/kebas, kesemutan, atau kelemahan di lengan atau tungkai.

Penyebab

Strain Otot. Overuse (pemakaian yang berlebihan), seperti halnya duduk membungkuk berjam-jam saat menyetir mobil, sering memicu terjadinya strain otot. Otot-otot leher, terutama di bagian sisi belakang, menjadi fatique dan bahkan strain. Bila anda sering menggunakan otot-otot leher anda secara berlebihan berulang-ulang, maka nyeri leher kronis akan terbentuk. Bahkan aktifitas ringan seperti membaca di atas tempat tidur atau menggertakkan gigi dapat menyebabkan otot-otot leher mengalami strain.

Arthritis. Seperti halnya semua persendian di tubuh anda, persendian leher anda cenderung mengalami kemunduran seiring usia.

Kelainan pada Diskus. Seiring usia, pembantalan pada diskus di antara vertebra akan mengering, mempersempit ruang di dalam kolum spinal tempat dimana syaraf-syaraf menjulur keluar. Diskus pada leher anda juga dapat mengalami herniasi. Artinya materi gelatin di dalam diskus mengalami protrusi (penonjolan) melewati penutup diskus yang keras. Di dekatnya syaraf-syaraf dapat menjadi teriritasi. Jaringan lunak dan tulang lainnya yang tumbuh juga dapat menekan syaraf ditempat mereka keluar dari spinal cord, dan menyebabkan nyeri.

Cedera. (Rear-end collisions) tabrakan dari arah belakang sering menyebabkan terjadi whiplash injury yang terjadi saat kepala tersentak kedepan dan ke belakang, mengulur jaringan lunak pada leher melampaui batas.

Kapan mencari pertolongan medis

Iritasi otot biasanya mudah untuk didiagnosa sendiri karena tipikalnya muncul setelah aktifitas yang berlebihan, suatu periode overuse atau postur salah yang lama yang membuat strain berlebihan pada otot-otot leher. Namun biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga dua minggu. Bila nyeri tidak hilang dalam satu-dua minggu, pergilah ke dokter.

Juga temui dokter anda bila tanda-tanda dan gejala-gejala berikut terjadi dalam kaitannya dengan nyeri leher:

Nyeri berat akibat suatu cedera. Setelah trauma kepala atau leher, seperti halnya whiplash atau suatu pukulan ke kepala, temui dokter secepatnya. Nyeri berat pada tulang dapat mengindikasikan adanya fraktur (patah) atau cedera ligamen.

Nyeri yang menyentak. Nyeri menjalar ke bahu, melalui sepanjang tepi bahu lalu turun hingga lengan, atau kebal/kebas atau kesemutan di jari-jari tangan yang mengindikasikan adanya iritasi syaraf. Nyeri leher yang berasal dari iritasi syaraf dapat menetap dari tiga hingga enam bulan atau lebih. Karena problem yang serius dapat muncul setelah iritasi syaraf yang terus-menerus, temui dokter anda.

Kehilangan kekuatan. Lemah pada salah satu lengan atau salah satu tungkai, berjalan dengan tungkai yang kaku, atau berjalan dengan menyeret kaki mengindikasikan kebutuhan akan evaluasi secepatnya.

Perubahan dalam kebiasaan buang air besar atau kecil. Perubahan apapun yang signifikan, khususnya inkontinensia (buang air kecil yang tidak dapat dikendalikan) yang tiba-tiba dapat mengindikasikan problem neurologis.

Screening dan Diagnosa

Dokter anda seringkali dapat mendiagnosa penyebab nyeri leher anda dan merekomendasikan pengobatan hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai tipe, lokasi dan onset (awal muncul) nyeri anda.

Supaya kasus menjadi lebih jelas, dokter anda mungkin akan menggunakan teknik penggambaran seperti X-ray, MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT-Scan (Computerized Tomography). Tes-tes tersebut dapat memperlihatkan adanya penekanan pada akar syaraf, penyempitan saluran keluar akar syaraf, problem pada spinal cord dan problem pada diskus.

Elektromiografi (EMG), suatu tes yang mengevaluasi aktifitas listrik di dalam syaraf dan otot, dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada syaraf. Dan Mielografi, atau gambar X-ray dari spinal cord setelah injeksi suatu cairan diantara membran terluar yang keras, dapat sangat membantu dalam mengetahui bila suatu diskus, tulang atau jaringan pertumbuhan lainnya yang mengganggu syarat atau spinal cord.

Pengobatan

Sebagian besar kasus nyeri leher memberikan respon yang baik kepada perawatan di rumah (home care). Cedera leher atau strain seringkali menimbulkan nyeri peradangan. Anda mungkin ingin mencoba obat-obat penghilang rasa sakit yang juga dapat mengatasi peradangan, misalnya aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain) atau naproxen sodium (Aleve). Acetaminofen menghilangkan rasa nyeri tetapi tidak mengatasi peradangan.

Es adalah salah satu cara yang bagus untuk mengurangi peradangan. Panas dapat membantu merelaksasikan otot-otot yang tegang tetapi kadang-kadang justru memperburuk peradangan, jadi gunakan/lakukan dengan hati-hati. Mengaplikasikan panas atau es selama 15-20 menit, dengan 40 menit istirahat diantara aplikasi.

Untuk nyeri yang tidak kunjung membaik dengan home care yang sederhana, dokter anda akan merekomendasikan :

Fisioterapi. Panas, es atau treatment serupa yang dikombinasikan dengan suatu tekhnik stretching (penguluran) yang tepat dan program penguatan otot dapat meningkatkan kondisi struktural yang mendukung/menyokong tulang-tulang leher anda. Pengobatan-pengobatan yang demikianlah yang seringkali anda butuhkan untuk nyeri leher.

Pengobatan Nyeri: Dokter anda mungkin menuliskan resep obat penghilang nyeri yang lebih kuat dari yang mungkin bisa anda dapatkan di toko obat. Analgesik Opium kadang-kadang berguna untuk mengatasi nyeri leher akut secara singkat. Muscle relaksant (pelemas otot) atau Tricyclic Antidepressant juga mungkin akan diresepkan.

Traksi. Terapi ini, dibawah pengawasan seorang profesional dan fisioterapi, dapat mengatasi beberapa nyeri leherdengan relatif cepat, khususnya nyeri yang berhubungan dengan iritasi akar syaraf. Rasa nyeri berkurang selama beberapa jam atau bahkan hari.

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Elektroda-elektroda diletakkan diatas kulit dekat area nyeri untuk menghantarkan impuls-impuls listrik kecil sehingga dapat mengurangi nyeri.

Pengobatan dengan Corticosteroid. Walaupun ada beberapa bukti bahwa kortikosteroid sangat bermanfaat, namun hasil penelitian tidak disimpulkan. Obat ini dapat diberikan via oral atau injeksi kedalam ruang sekitar akar syaraf.

Imobilisasi jangka pendek. Suatu collar cervikal yang lembut yang menyokong leher tanpa menyakiti otot-otot leher dapat membantu.

Pembedahan. Pembedahan sangat jarang diperlukan untuk mengatasi nyeri leher. Biasanya digunakan untuk menghilangkan penekanan akar syaraf atau spinal cord.




Pencegahan

Sebagian besar nyeri leher diasosiasikan dengan postur yang buruk. Tujuannya adalah memelihara berpusat pada tulang belakang, sehingga gravitasi yang bekerja pada leher bahkan melawannya. Beberapa perubahan sederhana dalam rutinitas sehari-hari anda akan dapat membantu.

Beristirahatlah sesering mungkin bila anda mengemudi kendaraan dalam jarak yang jauh atau bekerja berjam-jam dengan komputer anda. Jaga kepala tetap tegak sepanjang tulang belakang untuk mengurangi strain leher. Usahakan hindari menggertakkan gigi.

Atur tinggi meja, kursi dan komputer sehingga monitor berada setinggi mata anda. Lutut harus sedikit lebih rendah dari panggul. Manfaatkan tempat pegangan tangan pada kursi anda. Hindari meletakkan gagang telepon diantara telinga dan bahu saat berbicara di telepon. Jika anda sering menggunakan telepon, gunakan headset.

Sering-seringlah melakukan stretching bila bekerja dengan meja kerja. Gerakkan bahu ke atas dan ke bawah. Tarik sisi atas kedua bahu bersama-sama kemudian relaks. Tarik bahu ke bawah sambil menelengkan kepala ke satu sisi untuk mengulur otot-otot leher anda.

Seimbangkan base/ dasar untuk leher anda. Ulur otot-otot dinding dada bagian depan dan ulur otot-otot disekitar tepi atas bahu dan bagian belakang bahu. Usaha ini dapat menyeimbangkan base / dasar yang mensuport leher.

Hindari melengkung diatas perut anda. Posisi tersebut akan membuat leher anda stres. Pilihlah bantal yang dapat menyokong bentuk kurva yang natural dari leher anda.

LATIHAN PENGULURAN RINGAN UNTUK LEHER.

Flexion Stretch – Dagu ke dada

  1. Tundukkan kepala perlahan-lahan hingga dagu menyentuh dada.
  2. Berhentilah bila bagian belakang anda leher terasa tertarik.
  3. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  4. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  5. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.






Extension Stretch – Pandangan mata ke atas.

  1. Tengadahkan kepala perlahan-lahan hingga pandangan mata menatap langit-langit.
  2. Berhentilah bila bagian depan leher anda terasa tertarik
  3. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  4. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  5. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.

Rotasi – Samping ke samping.

  1. Putar kepala ke kiri perlahan-lahan hingga anda bisa melihat bahu kiri anda
  2. Berhentilah bila sisi kanan leher anda terasa tertarik.
  3. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  4. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  5. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.
  6. Putar kepala ke kanan perlahan-lahan hingga anda bisa melihat bahu kanan anda.
  7. Berhentilah bila sisi kiri leher anda terasa tertarik.
  8. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  9. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  10. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.

Lateral Flexion – Telinga ke bahu.

  1. Miringkan kepala perlahan-lahan seolah hendak menyentuhkan telinga kiri anda ke bahu.
  2. Berhentilah bila sisi kanan leher anda terasa tertarik.
  3. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  4. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  5. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.
  6. Miringkan kepala perlahan-lahan seolah hendak menyentuhkan telinga kanan anda ke bahu.
  7. Berhentilah bila sisi kiri leher anda terasa tertarik.
  8. Pertahankan posisi hingga 20 detik.
  9. Kembali ke posisi awal (leher pada posisi midline).
  10. Ulangi penguluran di atas sebanyak 5 kali.


Terima Kasih, kami ucapkan kepada rekan : Yvaine Sole (anggota FisioSka group)

Saturday, August 9, 2008

TENNIS ELBOW (EPYCONDYLITIS LATERALIS)

TENNIS ELBOW

(EPYCONDYLITIS LATERALIS)

By : Rohmat Saputro Wibowo


Tennis Elbow merupakan gangguan siku yang paling sering terjadi. Tendinopathy pada origo otot-otot ekstensor wrist ini menyebabkan nyeri dan mnyeri tekan di daerah lateral siku ke bawah (lengan bawah). Gangguan siku ini seringkali terjadi di usia 35 hingga 65 tahun, perbandingan penderita pria dan wanita adalah sama.









PROSES PATOLOGI

Proses Patologi Tennis Elbow belum dapat diketahui secara pasti, akan tetapi terdapat beberapa pendapat tentang terjadinya Tennis Elbow, antara lain :

· Tennis Elbow bukanlah peradangan biasa yang sederhana di daerah origo otot-otot ekstensor wrist, lebih tepatnya ekstensor carpi radialis. Gangguan ini terjadi akibat proses degenerasi sebagai hasil dari proses bertambahnya usia. Gejala yang timbul mungkin merupakan hasil dari penyembuhan (mikroruptur tendon) yang tidak sempurna di area yang tidak memiliki suplai darah yang bagus, sehingga daerah yang mengalami kerusakan kesulitan untuk mendapat suplai nutrisi dan oksigen akibatnya proses penyembuhan terhambat.

· Pembebanan yang terlalu berat / melebihi kemampuan otot yang bersangkutan yakni ekstensor wrist.

· Adanya trauma/ benturan langsung di daerah lateral siku.

· Permukaan sendi radio-humeral yang tidak rata, akibat proses degenerasi.



GAMBARAN KLINIS

· Nyeri tiba-tiba pada epycondylus lateralis humeri yang sangat hebat dan dapat menjalar ke bagian lateral lengan atas maupun bawah. Tapi lebih cenderung menjalar ke lengan bawah.

· Nyeri tekan, sedikit pembengkakan dan nyeri saat kontraksi secara isometrik pada epycondylus lateralis humeri.

· Nyeri dapat bertambah berat bila dilakukan penguluran otot-otot ekstensor wrist, maupun kontraksi isometrik melawan tahanan.

· Pada pemeriksaan darah tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan radiologis biasanya normal, tapi terkadang terlihat bayangan tulang kecil baru di daerah epycondylus lateralis humeri.



GEJALA DAN TANDA

· Nyeri di siku bagian lateral, kadang menjalar ke bagian lateral lengan atas maupun bawah.

· Di pagi hari terkadang siku tidak dapat dilulruskan secara maksimal, karena nyeri yang timbul.

· Pada gerakan tertentu timbul nyeri kejut (nyeri tiba-tiba) yang hebat, sehingga bila memegang benda, benda dapat jatuh karenanya.

· Nyeri dirasakan saat dorsoflexi / ekstensi tangan, mengepal / menggenggam dengan kuat



PEMERIKSAAN KHUSUS

· Isometrik ekstensi (dorso flexi) wrist melawan tahanan; biasanya akan mencetuskan nyeri

· Ekstensi wrist secara pasif; terkadang nyeri

· Pronasi dan palmar flexi wrist secara pasif; timbul nyeri

· Isometrik radial abduksi melawan tahanan; timbul nyeri

· Isometrik ekstensi jari-jari melawan tahanan; terkadang nyeri timbul



TERAPI

Sebagian besar sembuh dengan sendirinya, tapi memerlukan waktu yang lama.

Farmakoterapi

· Penyuntikan corticosteroid pada titik nyeri tekan

· Pemberian obat-obat non steroid anti inflamasi secara oral

Fisioterapi

· Heating : dapat menggunakan IR, SWD, MWD, maupun kompres panas. Bertujuan agar peredaran darah menjadi lancar sehinga suplai nutrisi dan oksigen daerah yang bersangkutan tetap terjaga sehingga proses penyembuhan berjalan degnan baik.

· US : bertujuan untuk menghancurkan jaringan fibrous yang terbentuk akibat cedera/ruptur yang terjadi.

· Massage : teknik yang digunakan adalah friction pada tendo otot-otot ekstensor carpi radialis. Bertujuan untuk menghancurkan jaringan fibrous yang timbul serta memperlancar peredaran darah.

· Latihan gerak tanpa tahanan



PENCEGAHAN

· Pemanasan sebelum melakukan olah raga / aktivitas. Dilakukan dengan penguluran otot-otot eksetensor wrist (pronasi + palmar flexi + ekstensi siku) ; gerakan-gerakan tanpa melawan tahanan serta kontraksi secara isometrik

· Melakukan latihan-latihan dengan tujuan penguatan otot-otot pergelangan tangan (wrist joint) dan siku

· Tidak mengangkat dan memindahkan benda yang terlalu berat (beratnya melebihi kapasitas kekuatan otot).




REFERENSI:

Cluett, Jonathan. 2007. Tennis Elbow. http://orthopedics.about.com/cs/elbow/a/tenniselbow.htm

De Wolf, A. N. and J. M. A. Mens. 1990. Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh Diagnostik Fisis dalam Praktek Umum. Cetakan Kedua. Amersfoort: Bohn Stafleu Van Loghum

Hudaya, Prasetya. 2002. Rematologi. Surakarta : Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Fisioterapi

Kenyon, Jonathan and Karen Kenyon. 2004. The Physiotherapist’s Pocket Book. Philadelphia : Churchill Livingstone

Sidharta, Priguna. 1984. Sakit Neuromuskuloskeletal Dalam Praktek Umum. Jakarta : PT. Dian Rakyat

Tuesday, April 29, 2008

MEMORY

MEMORY
By : Rohmat Saputro Wibowo


Memory merupakan suatu proses yang tidak sederhana. Dimulai dari menerima informasi, menyimpannya dan memunculkannya kembali dilain kesempatan. Secara anatomis, memory didefinisikan sebagai gambaran hubungan anatara sel-sel otak. Tiap sel otak mempunyai hubungan dengan 4.000-10.000 sel otak lainnya dan berhubungan melalui impuls listrik dan zat kimia yang disebut zat penghantar rangsang atau neurotransmitter (NT).


Pembagian Memory

Secara sederhana memory terbagi atas dua macam tipe dasar memory, yaitu memory jangka pendek ( present memory / working memory ) dan memory jangka panjang (long term memory). Peresent Memory diperlukan untuk keperluan ingatan jangka pendek atau yang diperlukan sekarang. Long Term Memory unutk mengingat masa lampau atau kejadian / pengalaman yang terjadi di masa lalu.
Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (1968) mengklasifikasikan ingatan (memory) ke dalam tiga bagian yang berbeda yaitu: sensory register, working memory dan long-term memory.
Sensory Register : ingatan yang menyimpan informasi yang datang sekilas. Memory ini kurang dapat membantu kita untuk mengingat / menyimpan informasi. Dalam eksperimen yang dilakukan oleh George Sperling (1960) yakni eksperimen dengan memperlihatkan rangkaian kata secara sekilas pada responden, kemudian responden diminta untuk mengulang kembali kata yang diberikan. Eksperimen ini menunjukkan
Working Memory : ingatan yang menyimpan informasi secara sementara dan dengan kapasitas yang terbatas. Sederhananya, working memory dapat dianalogikan sebagai RAM (Random Access Memory) pada komputer yang menyimpan informasi sementara sebelum disimpan secara permanen di hard disk. George Miller (1956) berpendapat bahwa jika individu hanya mengandalkan working memory untuk mengingat, maka kemampuan individu tersebut akan sangat terbatas. Ia menemukan bahwa individu hanya mampu mengingat rangkaian angka sebanyak 7 ± 2. Peterson & Peterson (1959) menambahkan bahwa durasi penyimpanan informasi di working memory rata-rata hanya 20 detik, jika tidak disertakan dengan pengulangan.
Long Term Memory : ingatan yang menyimpan informasi secara permanen dalam jangka waktu yang lama. Memori jangka panjang dicatat oleh otak dan berada di daerah yang disebut kortek serebri. Kortek yang mempunyai sel otak lebih dari l0 miliar sel berhubungan dengan sel-sel lain di daerah otak. Tiap sel otak mempunyai hubungan dengan 4.000-10.000 sel otak lainnya dan berhubungan melalui impuls listrik dan zat kimia yang disebut zat penghantar rangsang atau neurotransmitter (NT).





Proses Memory

Semua informasi baik berupa rangsangan / stimulasi dari dalam maupun luar tubuh serta ide-ide disaring secara automatis oleh hippokampus, struktur yang terdapat lebih dalam dari permukaan otak. Bila informasi diterima oleh sel kortek, maka dia diteruskan ke hippokampus yang merupakan stasiun relai.
Bukti adanya peran hippokampus dalam menentukan memori adalah kasus seorang penderita pegawai pabrik di AS berumur 27 tahun. Waktu itu dengan epilepsi yang intractable pada tahun l953, dilakukan operasi hippokampus untuk menghilangkan epilepsinya. Yang terjadi kemudian adalah serangan epilepsinya dapat diatasi, tetapi dia tak dapat membuat kata-kata baru, dia tidak tahu apakah dia sudah sarapan. Empat puluh lima tahun kemudian dia tidak tahu lagi umurnya, tidak tahu tanggal dan di mana tinggalnya.
Proses mengingat ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh hippokampus saja, akan tetapi faktor emosi juga memberi pengaruh yang cukup besar. Salah satu contohnya adalah hal yang disenangi atau dicintai lebih cepat masuk dalam memori jika dibandingkan dengan yang tidak menarik perhatian. Hal lain mengenai hippokampus adalah informasi yang masuk ke otak berhubungan atau berkaitan dengan apa yang sudah kita ketahui.
Secara garis besar proses memory terdiri dari :

• Encoding
Encoding merupakan awal dari proses penyimpanan informasi di otak (memory). Encoding juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk menerjemahkan berbagai informasi yang diterima agar dapat dipahami dan disimpan dalam memory.

• Retrieval
Retrival adalah kemampuan untuk menyusunkembali dan mengeluarkan berbagai informasi yang telah tersimpan memory. Proses retival terbagi atas :
~ recall : kemampuan menggambarkan suatu informasi dengan kata-kata sendiri secara bebas.
~ recognition : kemampuan untuk menetapkan satu pilihan di antara pilihan-pilihan yang ada.
~ relearning : berarti ‘belajar kembali’. Yaitu hal-hal yang sebetulnya pernah bisa dikerjakan, dipelajari lagi untuk tujuan-tujuan tertentu.




Fenomena Lupa

Fenomena lupa/alpa dapat dialami oleh semua orang tanpa terkecuali baik yang memiliki intelegensia (IQ) yang baik ataupun yang buruk. Terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan kealpaan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

i. Kegagalan pada proses pengkodean (encoding failure)
Informasi yang masuk ke dalam ingatan terlebih dahulu melalui proses pengkodean. Kegagalan pada proses ini akan mempengaruhi kelancaran masuknya informasi ke ingatan individu. Nickerson dan Adams (1979) menyatakan bahwa walaupun individu sering terpapar oleh suatu informasi, jika informasi tersebut tidak dikodekan, maka besar kemungkinan informasi tersebut akan terlupakan.

ii. Pengaruh informasi lain pada informasi yang kita ingin diingat.
Menurut Postman & Underwood (1973), individu tidak dapat membatasi diri dari paparan informasi. Informasi yang datang silih berganti dapat menimbulkan efek samping berupa kegagalan dalam suatu informasi akibat pengaruh informasi lain.

Dalam penelitian melalui hasil autopsi dari bermacam otak dengan gangguan memori didapatkan bahwa jika umur sudah 60-70-an maka akan terjadi penurunan massa otak 5% - l0 %. Pada tes didapatkan daerah kortek frontalis dan hippokampus tidak begitu aktif. Itulah sebabnya lansia sering bertanya nama orang lebih dari satu kali. Yang paling parah terganggunya memori adalah pada penyakit alzheimer yang terdapat lebih banyak pada orang Barat, termasuk mantan presiden USA Ronald Reagan.
Pada penelitian didapatkan kerusakan pada sel-sel otak yang memproduksi NT asetilkolin, yang penting dalam proses belajar dan memori. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi / dapat menurunkan kemampuan memory :
• Kurang tidur.

• Tekanan darah tinggi

• Kebanyakan minum alkohol

• Stres yang kronis yang pada akhirnya memengaruhi zat kimia neurotransmitter otak. Stres akan menyebabkan keluarnya zat hormon adrenalin dan hormon glukokortikoid yang mengganggu sirkulasi otak, di mana terjadi gangguan transport glukosa ke dalam hippokampus.

• Kerusakan dalam hubungan sel saraf otak, di mana sel-sel hippokampus seperti terbenam. Jika terjadi bertahun-tahun, akan terjadi kematian dari sel-sel hipokampus.





Dimensia

Definisi kepikunan adalah gangguan intelektual dan kemampuan kognitif yang progresif dan cukup mengganggu penampilan sosial dan pekerjaan. Ada kondisi normal yang disebut mudah lupa ( forgetfulness ) yang banyak ditemukan pada warga usia lanjut yang timbul secara fisiologis. Kondisi yang terletak antara mudah lupa ( forgetfulness ) yang fisiologis dan dimensia Alzheimer yang patologis. Disebut Gangguan kognitif ringan atau Mild Cognitive Impairment ( MCI ).
Dua jenis demensia yang paling umum adalah Demensia multi infark yang disebabkan karena stroke berulang dan Demensia Alzheimer atau kombinasi keduanya. Penyebab dari kepikunan yang lain adalah disebabkan karena faktor organik seperti kekurangan vitamin, infeksi, keracunan obat, cedera atau trauma kepala, atau depresi.
Mudah lupa ( forgetfulness ). Dengan bertambahnya usia, kemampuan memori mulai menurun secara wajar. Ciri-ciri mudah lupa (forgetfulness ) antara lain :
• mudah lupa nama benda, nama orang dan sebagainya,
• gangguan dalam mengingat kembali (recall),
• gangguan dalam mengambil kembali informasi yang telah tersimpan dalam memori ( retrieval ),
• tidak ada gangguan dalam mengenal kembali sesuatu, apabila diberi isyarat,
• lebih sering menjabarkan bentuk atau fungsi daripada menyebutkan namanya.

Gangguan kognitif ringan atau Mild Cognitive Impairment ( MCI ). Pada umumnya diagnosa gangguan kognitif ringan dibuat apabila pada seseorang ditemukan kriteria berikut :
• Ada gangguan memori
• Gangguan memori abnormal untuk usia dan pendidikan
• Aktivitas sehari-hari normal
• Fungsi kognisi umum normal
• Tidak ada demensia ( kepikunan )

Usia lanjut diatas 65 tahun beresiko tinggi untuk mengalami kepikunan. Gejala demensia yang umum, ialah berupa gangguan daya ingat ( memori ), gangguan prilaku dan berkurangnya kemampuan berfungsi sehari-hari. Bila gejala ini tidak ditanggulangi secara dini, maka gejala – gejalanya akan cepat memburuk.
Orang dikatakan demensia atau kepikunan bila menunjukan tiga atau lebih dari gejala-gejala berupa gangguan dalam : perhatian ( atensi ), daya ingat ( memori ), orientasi tempat dan waktu, kemampuan konstruksi dan eksekusi ( seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah ). Gejala-gejala tersebut dapat disertai gejala gangguan emosi, cemas, depresi dan agresivitas.




Mengingat Lebih Baik

Berapapun usia kita, adalah mungkin untuk meningkatkan kemampuan otak kita. Demikian pula dalam hal memory. Kemampuan memory belum terlambat untuk ditingkatkan meskipun umur kita di atas usia produktif tentunya dengan syarat kita mengetahui caranya.
Menurut Gary Small, MD, guru besar ilmu psikiatri University of California Los Angeles, melakukan memory exercise, mengurangi stres ditambah diet sehat dan olahraga secara rutin dapat meningkatkan kemampuan memori seseorang. Kesimpulan tersebut adalah berdasarkan risetnya terhadap 14 orang responden dengan empat cara sebagai berikut :

• Pertama, latihan otak: mereka melakukan olahraga otak dengan permainan puzzle selama sehari untuk merangsang otak.

• Kedua, diet sehat: mereka makan lima kali sehari, dengan diet seimbang, tinggi lemak Omega-3. Kemudian mengonsumsi lima makanan kecil sehari untuk mengatur kadar glukosa dalam darah, yang merupakan sumber energi utama bagi otak.

• Ketiga, olahraga fisik: berjalan cepat dan melakukan peregangan setiap hari untuk meningkatkan kesehatan fisik.

• Keempat, penurunan stres: melakukan peregangan dan relaksasi untuk mengatur stres. Sebab stres menyebabkan tubuh melepaskan kortisol. Zat ini dapat merusak pusat memori di otak.


Masing-masing peserta dites fungsi otaknya sebelum dan setelah 14 hari penelitian, menggunakan positron emission tomography (PET) scan. Hasilnya, ada peningkatan memori. Hal ini terlihat dengan adanya penurunan 5% metabolisme otak pada regio dorsal lateral prefrontal di otak. Artinya, kerja memori dan fungsi kognitif otak mereka lebih efisien.
Selain itu juga terdapat beberapa metode untuk mengingkatkan kemampuan memory agar dapat mengingat lebih baik. Berikut metode yang dimaksud:

 Penyimpanan informasi pada semantic memory.
Craik & Lockhart (1972) menemukan bahwa semakin dalam kita memproses informasi, maka kita akan ingat lebih lama. Hal ini diperkuat oleh Craik & Tulving (1975) yang menyatakan bahwa informasi yang dikodekan secara semantik akan lebih mudah untuk diingat.

 Organisasikan penyimpanan informasi
K. Anders Ericsson & Peter Polson (1988) menemukan bahwa jika seorang individu mampu mengorganisasikan informasi yang tersimpan di memori, pengingatan individu tersebut akan menjadi lebih baik. Untuk melakukan hal ini, Bower et al, (1969) menyarankan agar individu memanfaatkan salah satu prinsip memori, yaitu pengasosian infomasi.

 Gunakan teknik memory.
K. Anders Ericsson & William Chase (1982) menyatakan kemampuan mengingat yang luar biasa dapat dipelajari. Richard Thompson (1993) melakukan penelitian terhadap Rajan Mahadevan. Ia menemukan bahwa Rajan menggunakan teknik memori untuk mencapai kemampuan mengingat angka Phi sebanyak 31.811 angka setelah koma. Wang dan Thosmas, (2000) turut memperkuat fakta ini dengan mengemukakan bahwa metode loci (salah satu teknik mengingat) sangat efektif. Reisberg (1997) mengemukakan bahwa teknik memory sangat mungkin untuk diaplikasikan karena menggunakan prinsip asosiasi infomasi, sehingga mempermudah individu untuk mengingat infomasi yang dimaksud.




REFERENCE:
Bakri, Kholis Bahtiar. Cara Praktis Tingkatkan Memory. Diakses pada 4 Desember 2007 di http://www.gatra.com
Latif, Venusri. Cara Memori Bekerja. Diakses pada 4 Desember 2007 di http://www.pikiran-rakyat.com
Parjoto, Slamet, dkk. 2002. Aktifitas Fungsional dan Rekreasi ( AFR ). Surakarta : Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Fisioterapi
Sekilas Prima Memory. Diakses pada 4 Desember 2007 di http://primastudy.com
Yani, Subaidah Metta. Dimensia ( Kepikunan ). Diakses pada 4 Desember 2007 di http://www.mitrakeluarga.com

Wednesday, April 9, 2008

CARPAL TUNNEL SYNDROME

CARPAL TUNNEL SYNDROME
By : Rohmat Saputro Wibowo


Compression of the median nerve as it passes beneath the flexor retinaculum. Caused by inflammation due to joint disease, trauma, repetitive injury or during menopause. Characterized by pain, numbness, tingling or burning sensation in the distribution of the median nerve, i.e. the radial three and a half fingers and nail beds and the associated area of the palm. Symptoms are often worse at night. Patients also complain of clumsiness performing fine movements of the hand. Particularly in the early morning.
(Jonathan & Karen Kenyon)


Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau sindroma terowongan carpal merupakan kelainan berupa adanya penekanan / penjepitan nerve medianus yang melewati terowongan carpal. Terjadi karena peradangan yang diakibatkan oleh penyakit persendian, trauma, cedera yang berulang-ulang atau selama masa menopause.
Karakteristik CTS:
• Nyeri di pergelangan tangan dan atau tangan
• Kelemahan
• Burning sensation / sensasi terbakar
Semua itu terjadi atau terasa pada daerah yang disarafi oleh nerve medianus.
Gejala-gejala tersebut di atas seringkali memburuk saat malam hari, namun sebagian penderita merasakannya pada pagi hari (waktu subuh). Penderita juga mengeluhkan kekakuan pada wrist joint.


Symtoms:
• Nyeri di pergelangan tangan dan atau tangan yang menjalar kearah proximal, terutama pada ibu jari
• Parestesia / rasa tidak nyaman / kesemutan
• Gangguan sensibilitas di jari
• Kelemahan
• Burning sensation / sensasi terbakar
• Nyeri lebih hebat saat tangan digunakan
• Bermasalah / tidak dapat memegang objek ataupun menggamkan tangan





Penyebab
Berbagai penyebab CTS antara lain:

1. Trauma langsung ke carpal tunnel yang menyebabkan penekanan, misalnya Colles fracture, dan edema akibat trauma tersebut.
2. Posisi pergelangan tangan, misalnya fleksi akut saat tidur, imobilisasi pada posisi fleksi dan deviasi ulnaryang cukup besar.
3. Trauma akibat gerakan fleksi-ekstensi berulang pergelangan tangan dengan kekuatan yang cukup seperti pada pekerjaan tertentu yang banyak memerlukan gerakan pergelangan tangan.
4. tumor atau benjolan yang menekan pada carpal tunnel seperti ganglion, lipoma, xanthoma.
5. oedem akibat infeksi
6. oedem inflamasi yang disertai arthritis rheumatoid, tenosynovitis seperti penyakit de Quervain dan trigger finger
7. oedem pada kehamilan
8. Osteofit sendi carpal akibat proses degenerasi
9. Kelainan sistemik seperti : obesitas, diabetes mellitus.


Pemeriksaan
Untuk mengetahui dengan pasti apakah penderita mengalami CTS, maka di perlukan pemeriksaan sbb;
o Tes Phalen
Pergelangan tangan penderita dipalmar flexikan full ROM selama 1 menit. Pada orang normal akan merasa kesemutan bila posisi ini dipertahankan, akan tetapi Penderita akan merasa kesemutan serta parestesia dalam waktu yang lebih cepat. Terkadang parestesia timbul setelah pergelangan tangan digerakkan dari posisi palmar flexi.
o Tes Tinel
Ketokan lokal pada n. Medianus akan menimbulkan nyeri kejut di dalam tangan serta parestesia.
o Nerve Conduction Test / EMG


Pencegahan
CTS dapat dicegah, berikut hal-hal yang dapat membantu dalam pencegahan timbulnya CTS;
o Jika anda orang yang over weight, atau pun obesitas, anda perlu menurunkan berat badan anda
o Berobat / sembuhkan penyakit-penyakit yang anda derita yang juga merupakan penyebab terjadinya CTS
o Jangan melakukan pekerjaan dengan posisi lengan anda terlalu dekat atau terlalu jauh dengan tubuh
o Jangan meletakkan (mengistirahatkan) tangan anda pada benda berpermukaan keras dalam waktu yang lama.
o Pastikan alat yang anda gunakan tidak terlalu besar untuk tangan anda
o Jangan duduk / berdiri dalam posisi yang sama setiap hari
o Jika anda pengguna keyboard, usahakan untuk mengatur letaknya agar tangan tidak menekuk ke bawah (palmar flexi).



REFERENCE:
Capal Tunnel Syndrome. Diakses dari http://Conectique.com pada 7 Mei 2007
De Wolf, A.N., J.M.A. Mens. 1990. Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh. Cetakan kedua. Bohn Stafleu Van Loghum
Harahap, Rudiyansyah. Capal Tunnel Syndrome. Diakses dari http://www.kalbe.co.id pada 3 Desember 2007
Henlia. Carpal Tunnel Syndrome: Pain in Your Hands & Wrists. Diakses dari http://www.fiorenz.com pada 3 Desember 2007
Kenyon, Jonathan, Karen Kenyon. 2004. The Physiotherapist’s Pocket Book. London: Churchill Livingstone
..::klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. _ __