..:: klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. ..:: Di sini, Rp 10.000,- bekerja untuk Anda ::..
Showing posts with label kematian. Show all posts
Showing posts with label kematian. Show all posts

Wednesday, June 22, 2011

Penyebab Kematian yang Sangat Jarang Terjadi

Orang Mati [img:corbis]

Kematian merupakan hal yang sudah pasti akan terjadi bagi makhluk hidup yang bernyawa. Akan tetapi ada seribu jalan menuju Roma, demikian juga kematian, ada seribu penyebab kematian. Nah, berikut ini Beberapa penyebab kematian yang sangat jarang terjadi.

Monday, June 14, 2010

10 Fenomena yang Masih menjadi MISTERI kehidupan

10 fenomena misteri kehidupan manusia
Melalui perkembangan dan prestasi ilmu pengetahuan modern, manusia semakin meyakini bahwa ilmu pengetahuan telah dipegang kuat dalam menguraikan setiap eksistensi kehidupan yang ada di planet dan alam semesta kita ini.

Mari kita ingat-ingat kembali bahwa meskipun banyak fenomena di dunia telah dijelaskan secara ilmiah, namun tidak seluruh fenomena dapat diuraikan oleh ilmu pengetahuan saat ini.

Sebagai contoh, ilmu pengetahuan belum membabarkan jawaban pasti mengenai proses di mana alam semesta pada awalnya dibentuk. Juga belum dapat menjelaskan bentuk keyakinan terhadap agama. Melangkah ke dunia supranatural, ada manifestasi misterius yang tidak dapat dijelaskan secara masuk akal, karena metode ilmiah tidak dapat diterapkan untuk mengukur atau meneliti fenomena tersebut.





Marilah kita perhatikan beberapa fenomena, yang mengingatkan kita bahwa alam merupakan sebuah keajaiban dalam diri sendiri dan banyak hal hingga kini masih tetap misterius.

1. Efek Plasebo

Efek placebo telah menjadi teka-teki medis yang meyentuh pengaruh pikiran manusia terhadap kesehatan fisik dan penyembuhan. Ditemukan bahwa beberapa pasien dengan diberi obat yang diyakini efektif dapat menyembuhkan, sekalipun mereka hanya diberikan pil gula. Temuan ini telah membangkitkan penelitian dengan menggunakan uji coba double-blind untuk menghindari timbulnya harapan yang mempengaruhi efektifitas para peneliti dan orang yang dieksperimen.

Sayangnya, selama bertahun-tahun, efektifitas dan terukurnya efek placebo telah dianggap oleh ilmu pengetahuan tidak dapat diandalkan. Hal ini kemungkinan karena adanya keterbatasan metode ilmiah. Walaupun demikian, ada banyak kasus penyembuhan diri manusia secara fisik bahkan melampaui medis.


2. Indera Ke-enam

Lima indera; pengelihatan, pendengaran, pengecap, sentuhan dan penciuman yang membantu kita menjelajahi dunia fisik kita ini. Terdapat juga indera ke-enam, sebuah kekuatan batin dari persepsi yang dikenal sebagai intuisi. Kata intuisi berasal dari bahasa latin "intueri" yang berarti 'melihat ke dalam.' Intuisi merupakan kemampuan untuk mengetahui dan memahami tanpa menggunakan penalaran logis atau analisa. Hal ini umumnya bagi orang yang memiliki tingkat ketajaman tertentu.

Intuisi secara popular disebut juga "firasat atau perasaan" batin yang mengetahui tentang sesuatu maupun situasi tertentu tanpa diketahui sebelumnya. Menurut survei PRWeek/Burson-Marsteller CEO 2006, 62 persen para CEO cenderung membuat keputusan bisnis bedasarkan pada intuisi mereka dibandingkan dengan menggunakan analisa data.

Sebuah penelitian pada 2007 yang diterbitkan dalam Current Biology juga menemukan bahwa para partisipan, ketika tidak diberikan waktu untuk melihat dan hanya menggunakan intuisi, lebih akurat dalam memilih satu simbol ganjil diantara 650 simbol sama dibandingkan ketika mereka diberikan waktu 1,5 detik untuk melihat simbol-simbol tersebut.

Pakar filosofi Tiongkok kuno, Laozi, pernah berkata, "Kekuatan pemahaman intuisi akan melindungi anda dari bahaya hingga hari-hari terakhir anda." Albert Einstein juga berkata, "Satu-satunya suatu hal yang nyata berharga adalah intuisi."

Akan tetapi dari mana datangnya intuisi? Penelitian dari titik otak manusia menuju kelenjar pineal merupakan jawaban yang memungkinkan pada misteri ini. Rene Descartes (1596-1650), bapak filosofi modern, menyebut kelenjar pineal sebagai "pusat sukma." Pemikiran Timur kuno memandang intuisi berada di wilayah kelenjar pineal dan diyakini bahwa ia dapat menerima iluminasi dari jiwa dalam bentuk pengetahuan dan gagasan.

3. Pengalaman Menjelang Kematian

Ada sejumlah laporan berbagai pengalaman aneh yang dialami orang-orang menjelang kematian, seperti melintas pada terowongan dalam cahaya terang, bertemu dengan mereka yang sangat disayangi serta memiliki perasaan tenang dan damai.

Yang paling terkenal adalah pengalaman Dr. George Rodonaia, yang "memiliki pengalaman mati secara klinis" pada 1976 dan merupakan kasus paling ekstensif yang pernah tercatat. Pengalaman itu telah merubah Rodonaia, seorang ateis yang akhirnya ditahbiskan menjadi iman di Gereja Ortodok Timur. Pengalamannya merujuk kepada kita bahwa masih ada dunia lain di luar dunia fisik manusia.

Meskipun orang benar-benar telah melewati pengalaman ini, ilmu pengetahuan belum mampu memberikan penjelasan atas fenomena tersebut. Beberapa ilmuwan mencoba menyatakan bahwa pengalaman-pengalaman menjelang kematian dapat dijelaskan sebagai akibat halusinasi dari otak yang terluka. Namun, hal itu tidak selalu terjadi pada mereka yang mengalami cedera otak, sehingga tidak ada teori ilmiah nyata dapat membabarkan baik penjelasan maupun alasan mengapa orang memiliki pengalaman ini dan mengapa mereka sering kali mengalam perubahan hidup.

4. UFO

Unidentified Flying Object (UFO) adalah istilah yang diciptakan Angkatan Udara AmerikaSerikat pada 1952, untuk mengklasifikasikan benda-benda yang tidak dapat diidentifikasi oleh ilmuwan setelah dilakukan penyelidikan. Dalam budaya popular, konsep UFO biasanya lebih diartikan pesawat luar angakasa alien.

UFO telah terlihat dan tercatat pada awal dinasti Song, di Tiongkok. Pada abad ke-11, ilmuwan dan Jenderal Shen Kuo (1031-1095), telah menulis dalam bukunya "Dream Pool Easy" (1088) tentang benda terbang berbentuk mutiara denga lampu interior menyilaukan, bergerak dengan kecepatan luar biasa.

Kenneth Arnold, seorang pengusaha Amerika, dilaporkan telah melihat sembilan objek dengan cahaya terang, terbang melintasi gunung Rainier di negara bagian Washington pada 1947. Arnold menggambarkan obyek tersebut "seperti penggorengan" berbentuk lempeng. Penjabarannya memperoleh perhatian media terkemuka dan sangat menarik perhatian publik.

Sejak saat itu, penampakan UFO telah meningkat secara eksponensial. Fenomena UFO telah diperlajari dan diteliti oleh pemerintah maupun peneliti independen di seluruh dunia. Dr. Josef Allen Hynek (1910-1986) bekerja untuk Angkatan Udara Amerika Serikat guna menyelidiki penampakan UFO. Pada awalnya, Hynek sangat kritis, namun setelah memeriksa ratusan laporan UFO lebih dari tiga dekade, pendapatnya mulai berubah.

Dalam akhir karirnya, Hynek begitu vokal dalam mengungkapkan kekecewaannya pada metode sederhana, dimana sebagian ilmuwan enggan memandang UFO dan tidak dapat menjelaskannya.





5. Déjà Vu

Déjà vu, Perancis "yang pernah terlihat" adalah sensasi yang akrab dengan keangkeran pada suatu tempat atau peristiwa tertentu sebelumnya, karena ditemui untuk pertama kalinya. Orang-orang mungkin memiliki perasaan sangat aneh tentang sebuah penglihatan di depan mereka, seolah-olah telah terjadi sebelumnya. Namun mereka tahu bahwa itu merupakan sesuatu yang pertama kalinya mereka hadapi. Riset neurofisiologi telah mencoba menjelaskan pengalaman seperti anomali memori atau patologi otak maupun sebagai akibat dari efek samping obat.

Sebuah riset pada 2008 oleh psikolog Anne Cleary (http://cdp.sagepub.com/content/17/5/353.full), dieksplorasi bahwa déjà vu mungkin harus dilakukan dengan memori apresiasi. Sejumlah penjelasan alternatif mengasosiasikan déjà vu dengan ramalan, kenangan kehidupan masa lalu, clairvoyance maupun sebuah tanda mistis yang mengindikasikan pemenuhan kondisi yang telah ditentukan sebelumnya atau perjalanan hidup. Apapun penjelasannya, déjà vu tentu saja merupakan fenomena yang bersifat universal dengan kondisi manusia dan penyebab pokoknya masih misterius.


6. Mahluk Gaib

Menyinggung mahluk gaib pada cerita klasik oleh penulis seperti Homer dan Dante mengisyaratkan bahwa manusia dengan fenomena paranormal adalah umum dan terus bertahan. Kini, tempat angker seperti Whaley House di San Diego terdaftar sebagai atraksi wisata dan diklaim sebagai tempat penampakan berbagai mahluk gaib mengerikan.

Budaya popular sarat dengan film-film tentang mahluk gaib, namun ilmu konvensional mengarah pada pembersihan dari penjelasan fenomana seperti itu. Hanya para penyelidik yang ditempatkan di pinggiran komunitas ilmiah yang berusaha mengukur keabsahan kejadian tersebut.

Keberadaan mahluk gaib memiliki implikasi mendalam mengenai dimensi di luar dunia fisik kita dan kelanjutan jiwa manusia setelah kematian. Para penyelidik meneliti obyek ini dengan harapan, suatu hari misteri ini akan terpecahkan.

7. Lenyap Tanpa Dapat Dijelaskan

Ada sejumlah kasus aneh, di mana banyak orang lenyap tanpa jejak.

Seperti pada 1937, pilot Amelia Earhart dan navigator Frederick Noonan menghilang dengan pesawat Lockheed yang mereka terbangkan. Mereka sedang mendekati pulau Howland di Samudera Fasifik saat Penyelamat Pantai AS, Itasca, menerima pesan bahwa mereka kehabisan bahan bakar. Tidak lama kemudian komunikasi terputus dan Itasca tidak dapat menentukan di mana posisi Lockhead.

Segera setelah itu, Earhart dan Noonan mengirim pesan bahwa bahan bakar mereka hanya tersisa untuk setengah jam, tidak bisa melihat daratan dan setelah itu komunikasi mereka terputus. Mereka hanya dapat mendarat di air, namun setelah bertahun-tahun pencarian, baik penerbang maupun Lockheed tidak dapat ditemukan.

Dalam kasus seperti ini, meskipun ada upaya besar dari berbagai badan investigasi dengan menggunakan tekhnologi modern, kita masih gagal mengungkap jawaban konkret, apa yang telah terjadi pada mereka secara misterius.


8. Segi Tiga Bermuda

Segitiga Bermuda - Wilayah Samudera Atlantik antara Bermuda, Miami dan San Juan, Puerto Rica, di mana beberapa kapal dan sejumlah pesawat menghilang secara misterius - hal ini merupakan misteri besar di jaman modern pada planet kita.

Mereka yang selamat menceritakan tentang kisah perpindahan waktu, kekacauan instrumen navigasi, datangnya cahaya bola dari langit dan memburuknya cuaca secara tiba-tiba serta munculnya dinding kabut. Hal ini diceritakan oleh Frank Flyn pada 1956. Ia menggambarkan kabut itu sebagai "massa tak dikenal" yang menguras tenaga mesin setelah kapal mereka menembusnya.

Bruce Gernon Jr. juga pernah menghadapi kabut yang sama pada 1970. Kabut itu menyelimuti pesawatnya dan bermutasi menjadi satu dengan yang lain. Selama bertahun-tahu para ilmuwan bekerja keras untuk melenyapkan dugaan adanya misteri Segitiga Bermuda dengan mengatakan 'bukan misteri'. Namun mereka yang selamat dan secara langsung menghadapi peristiwa aneh itu, menyatakan dengan tegas bahwa apa yang terjadi di atas laut dan langit Segitiga Bermuda di luar pemahaman logis.


9. Bigfoot

Bigfoot merupakan salah satu makhluk paling legendaries dalam studi Cryptozoology. Bigfoot atau Saquatch seperti yang disebut di Amerika Utara, juga dikenal dengan nama Yeti atau Abominable Snowman di wilayah Nepal, Himalaya dan Tibet serta Yowei di Australia.

Pada 1951, pendaki gunung Eric Shipton telah mengabadikan jejak raksasa di Himalaya. Foto yang mengejutkan dunia itu telah mempopulerkan kisah tentang Bigfoot. Pada 1967, Roger Patterson dan Robert Gimlin berhasil mengabadikan apa yang mereka klaim sebagai Bigfoot. Rekaman mereka terkenal di seluruh dunia, yang kemudian banyak orang mencoba membuktikan keaslian dan ketidak asliannya.

Antropolog Grover Krantz tekah menguji film Patterson-Gimlin dan menyimpulkan bahwa itu merupakan rekaman asli dari makhluk raksasa yang tidak dikenal tersebut. Karena kurangnya bukti fisik Bigfoot, bagaimanapun juga, ilmu konvensional tidak menerima klaim keberadannya. Namun mitosnya sebagai penampakan tetap dilaporkan di seluruh dunia.


10. The Hum

Fenomena dengungan dengan frekwensi rendah dilaporkan telah terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat, Inggris Raya dan Eropa Utara. Suara yang tidak dapat didengar seluruh umat manusia itu dikenal secara sederhana sebagai "Hum" atau dengan nama wilayah bunyi itu dapat didengar, seperti Taos Hum (New Meksiko), Kokomo Hum (Indiana), Bristol Hum (Inggris), Largs Hum (Kanada).

Bagi mereka yang dapat merasakan, suara tersebut seringkali digambarkan sebagai gemuruh mesin diesel jarak jauh. Hal ini telah mengakibatkan penderitaan bagi beberapa orang, dengan efek samping yang merugikan fisik serta mengganggu kehidupan secara normal.

Badan-badan pemerintah di seluruh dunia telah menyelidiki sumber Hum tersebut. Di Amerika Serikat, investigasi diawali pada 1960-an. Pada 2003, Departemen Lingkungan Hidup dan Urasan Pangan Pedesaan Inggris telah menerbitkan laporan yang menganalisa frekwensi rendah-Hum dan dampaknya terhadap pengadu. Namun, hasil pasti menunjukkan sumber Hum tidak tetap, dan hingga kini The Hum masih menjadi misteri.

sumber: erabaru.net

Misteri Menjelang Kematian (3)

misteri kehidupan kematian
Reputasi Jakoby tumbuh karena kesungguhan dari penelitiannya. Ia mulai memberi seminar-seminar dengan judul What happens when we die? (Apa yang terjadi bila kita mati?). Ia bersama orang yang telah melewati banyak pengalaman dengan kematian keluarganya, atau orang yang tertarik pada fenomena tertentu yang berkaitan dengan topiknya, dan memfasilitasi diskusi-diskusi ini.

Orang-orang diberi kesempatan untuk menceritakan tentang hal-hal yang dipendamnya sendiri. Diskusi-diskusinya menyentuh berbagai topik, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan proses kematian, dengan pengalaman-pengalaman setelah kematian, atau bahkan dengan bunuh diri dan mati mendadak.



-

"Pertama saya ingin agar orang-orang yang membuka diri dan membagikan pengalamannya mengapa mereka menghadiri diskusi ini. Itu biasanya akan cocok dengan sangat menakjubkan dan harmonis dalam konteks umumnya," kata Jakoby.

Hal itu menjadi prioritas utama dirinya untuk memberi kesempatan orang lain menceritakan pengalaman yang mereka miliki, dan masalah apa yang ada dalam pikirannya. Menurut Jakoby, itulah sebabnya mengapa mereka datang — yakni untuk menemukan sebuah forum terbuka membahas topik ini, yang masih dianggap tabu oleh masyarakat umum untuk dibicarakan.

Kebutuhan orang untuk saling tukar pemahaman dan pengalaman tentang keadaan ’setelah mati’ adalah sangat tinggi. Sebuah artikel halaman depan di surat kabar the Berliner Morgenpost pada September 1997 telah menyebabkan lebih dari 300 telepon masuk.

Jakoby juga bertemu dan mewawancarai Dr. Elisabeth Kuebler-Ross pada beberapa kali kesempatan. Wawancara itu ditampilkan dalam beberapa jurnal profesional. Walaupun Kuebler-Ross telah menderita tiga kali stroke sejak 1995, perempuan itu antusias memberikan kata pengantar pada buku pertama Jakoby, You Too Live Forever—Results of Contemporary Death Research (Auch Du Lebst Ewig), yang diterbitkan pada 2000 dan langsung menjadi bestseller.

Salah satu tujuan Jakoby adalah untuk menyebarkan pengetahuan yang ada tentang proses kematian, ajal, dan keberadaan kesadaran yang berkelanjutan.

"Selama gagasan ini belum menjadi bagian dari kesadaran orang banyak, saya akan melanjutkan menulis buku serupa, meski kritik mungkin menuduh saya melakukan hal yang sama berulang-ulang. Ini hanya bisa terus berulang. Orang tidak bisa mengubah proses yang sudah ditekankan. Ini adalah kebenaran universal—tidak bisa ditambah atau dikurangi", katanya.

Akar kepentingan religius

Jakoby mencatat bahwa pengetahuan tentang proses kematian, ajal, dan transisi kedunia lain belum mencapai sekitar 30 tahun. Ini telah menjadi bagian dari budaya manusia selama bertahun-tahun dan merupakan sebab akibat dari semua kepentingan dan kegiatan ilmu perdukunan dan religius. Para dukun atau cenayang telah melanggar garis kematian ketika mendapatkan informasi dari dunia lain saat meditasi.

Jalan pintas didokumentasikan dalam buku aliran Tao, juga dalam buku-buku orang Mesir dan Tibet tentang kematian. Dalam syair kepahlawanan Gilgamesh, jalan pintas ke dunia lain oleh seorang kawan dari sang pahlawan digambarkan dengan cara yang sama sebagaimana ditulis oleh Moody dalam Life After Death yakni—setelah melewati sebuah terowongan yang panjang dan gelap, yang telah mati berjalan ke arah cahaya terang dan terlihat pemandangan yang menakjubkan seperti surga.

Laporan terkini tentang pengalaman keluar dari tubuh fisik juga dikutip dalam injil — misalnya, dalam surat rasul Paulus. Jakoby mengakui bahwa laporan ini tentu saja spesifik secara kultural dan historis dan berkaitan dengan kepercayaan agama yang ada. Meski demikian, dengan mengesampingkan cengkeraman budaya, kami menemukan proses yang sama dan kejadian awam.

Menurut Jakoby, masalahnya adalah masyarakat modern tidak mau membuka diri akan hal-hal ini. Sekali orang menerima proses yang dapat diamati dan menaruh perhatian pada laporan-laporan yang ada, kemudian konsekuensinya, ia juga akan mengakui kehidupan setelah kematian, keberadaan dewa yang penuh kasih, dan tanggung jawabnya pada segala saesuatu termasuk dirinya sendiri.

"Itulah persisnya yang di refleksikan oleh proses kematian—kita akan dihadapkan dengan semua permasalahan yang tak terpecahkan dalam kehidupan kita, dan itu adalah sesuatu yang orang agak tidak suka mendengarnya," kata Jakoby.

Di saat kematian menjemput, orang seperti sebuah buku yang terbuka. Waktu untuk bersantai telah lewat, seperti mempunyai waktu untuk saling menyalahkan terhadap kekurangan kita. Kita benar-benar meninggalkan diri kita sendiri, dan itu juga alasan mengapa sebagian orang meninggal dengan mudah, dan yang lain dengan kesulitan. Semakin banyak persoalan yang belum terpecahkan menumpuk, proses kematian semakin sulit. Dengan segera, salah satu hal paling tabu adalah bagi orang usia 80-an untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan dari Perang Dunia II di saat kematian mereka muncul.


Kontak dari alam baka

Jakoby menganggap ini sebuah persoalan kubur meskipun ada, pengetahuan yang terdokumentasi dengan baik tentang proses kematian, begitu banyak orang tidak menerjemahkan ini ke dalam kehidupan keseharian mereka. Sebagai contoh, ia mempercayai bahwa persiapan untuk kematian seharusnya tidak dimulai ketika seorang suami telah dirawat di rumah sakit, tetapi jauh lebih cepat sebelumnya. Tetapi, kebanyakan dari yang hadir dalam seminar datang hanya setelah melihat kematian, atau sesaat mereka dibuat kewalahan oleh sebuah peristiwa dan tak dapat menanganinya lagi.

Dalam hal khusus, Jakoby menemukan sejumlah besar laporan kontak setelah-kematian antara yang meninggal dan anggota keluarga yang hidup sebagai sebuah isyarat bagi kesempatan kita, karena kebanyakan kontak ini harus mengerjakan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan.

Selama kita menyembunyikan pikiran tentang sakit menjadi sebuah penyakit, atau mempunyai pikiran negatif mengenai seseorang, kita tidak bebas. Itulah sebabnya memberi maaf adalah penting, dan itulah sebabnya begitu banyak orang sekarat merindukan perdamaian selama hari-hari terakhirnya.

"Orang dapat secara mendadak menunda proses kematian, misalnya ketika mereka sedang menunggu kedatangan orang yang diharapkan, bahkan meski membutuhkan waktu tiga minggu. Inilah pentingnya pembicaraan ini, dan karena itu proses kematian terhenti. Ini menunjukkan pada kita pentingnya pemberian maaf. Karena ketika redupnya kehidupan muncul kepermukaan dari kesadaran seseorang, dengan tiba-tiba dapat melihat hubungan yang lebih besar. Ini benar-benar sebuah peristiwa spiritual, kerapuhan dan kekerasan mental tersingkirkan," kata Jakoby.


sumber:erabaru.net

Misteri Menjelang Kematian (2)

misteri mendekati kematian
Menurut Jakoby, pengalaman ini disertai oleh sebuah persepsi (pandangan) dari transformasi yang sangat cepat dari banyak hal, seperti kejadian-kejadian yang beruntun dengan luar biasa cepat, atau sebuah peningkatan pengalaman-pengalaman spiritual/mental.

Orang dapat mengatakannya, "Dulu saya merasa waktu begitu lama, sekarang dua tahun dimasa lalu bagaikan satu minggu dimasa ini."

Dalam apa yang dilakukannya Principles of the Beyond (Gesetze des Jenseits), Jakoby secara dini mengarahkan tema seperti itu, yang dihubungkan dengan proses batin seseorang ketimbang kejadian kematian itu sendiri.




"Itu semua dengan tepat merupakan proses ketika suatu saat orang lebih memahami bahwa mereka memiliki sebuah jiwa, bukan mereka adalah sebuah jiwa, dan ini sangat berarti untuk suatu saat mencoba lagi mengontak jiwa kita dari mana kita menerima dororngan hati kita. Pengetahuan yang sebarkan sebenarnya melekat pada setiap orang. Kita semua memiliki suara hati, tetapi untuk banyak, membutuhkan penemuan kembali. Mereka dapat benar-benar merasakannya ketika kebutuhan untuk ini ada di sana. Itu adalah fokus dari pekerjaan saya sekarang - tema spiritual," kata Jakoby.

"Kita tidak akan pernah dapat membuktikan kepastian yang lengkap dari alam baka dengan menggunakan berbagai metode ilmu pengetahuan. Kehidupan dan kematian akan tetap sebuah misteri pada sebuah titik waktu tertentu. Tetapi ketika seseorang mempelajari proses dasar dari peristiwa kematian, ketika seseorang mempunyai pengalamannya sendiri, kemudian seseorang bukan sekedar tahu bahwa ini bukanlah hanya tentang fisik, tetapi juga memiliki aspek pikiran/spirit yang jauh lebih penting".

Dimensi non-materi adalah nyata, dan itu telah disadari orang secara mendasar melewati waktu yang lama. Saya pikir penegtahuan seperti ini harus diajarkan di sekolah-sekolah. Kita harus memasukkan mata pelajaran seperti itu di universitas. Bila orang mengingkari (adanya) spirit atau jiwa, bila orang tidak memahami bahwa ia makhluk spiritual, maka tidak ada yang masuk akal.

"Apakah ini yang membuat kita hidup? Ini pemantik yang bagus dalam diri kita. Itu adalah cinta, dalam bentuk belas kasih, dan spirit. Dan spirit adalah lebih besar dari kecerdasan. Tetapi spirit kita telah secara keseluruhan tertutup oleh kecerdasan, pada titik dimana kita tidak dapat lagi merasakan spirit, seperti zombie, hanya menuntut hal-hal duniawi di luaran. Ikatan spesifik dari belas kasih dan spirit ini, suara batin, adalah sesuatu yang kita semua rindukan, tetapi umumnya mereka tak dapat kita dapatkan disini," lanjutnya.

sumber:erabaru.net

Misteri Menjelang Kematian (1)

misteri menjelang kematian
Bernard Jakoby dikenal sebagai pakar dalam penelitian tentang kematian di wilayah yang berbahasa Jerman. Dalam sebuah percakapan dengan The Epoch Times, ia membagikan penemuannya tentang kehidupan setelah mati, pengalaman mendekati kematian, dan kontak setelah kematian.

Saya bertemu Bernard Jakoby di Kulturhaus Schwartzsche Villa Cafe, Berlin. Cafe itu adalah sebuah proyek komunitas dan memiliki suasana yang tenang dengan sebuah pemandangan taman dan pohon-pohon tuanya yang indah— benar-benar sebuah tempat yang tepat untuk topik kita yang tafakur.





Jakoby mengingat kembali bagaimana semua itu berawal. Ketika buku Life After Death (Kehidupan setelah kematian) karya Dr. Raymond Moody diterbitkan, ia masih bersekolah di SMA. Buku tersebut berisi penelitian tentang kematian.

Disaat yang hampir bersamaan, awal 1980-an, ada siaran radio selama tiga sesi satu jam membahas topik yang sama, dihantarkan oleh Dr. Elizabeth Kuebler-Ross, Jerman. Ini meyakinkan dugaan Jakoby bahwa kehidupan setelah kematian dan kesinambungan keberadaan spirit dan pikiran, ketidak tergantungan tubuh fisik, adalah nyata.

Beberapa tahun kemudian, pada 1986, ibu Jakoby jatuh sakit kanker yang tidak bisa disembuhkan. Ayahnya juga didiagnosa terkena kanker pada 1988. Empat tahun sebelum orang tuanya meninggal (mereka meninggal pada selang waktu yang tak lama) Jakoby menyatakan sebagai sebuah pengealaman yang berkembang. Itu adalah sebuah waktu yang sangat istimewa, khususnya dua tahun terakhir, termasuk operasi darurat dan perawatan kemoterapi.

Malam sebelum kematian ibunya, saat kematian terlihat sangat dekat, saudara Jakoby memanggilnya. Jakoby mengendarai mobilnya kembali menuju rumah sakit. Ketika ia menunggu di sebuah perempatan lampu merah, air mata tiba-tiba memenuhi matanya, dan ia dipengaruhi oleh sebuah gelombang perasan terbebas, kegembiraan dan kebahagiaan.

Ketika ia sampai di rumah sakit tujuh menit kemudian, ia mempelajari bahwa ibunya meninggal tepat saat ia merasakan emosi yang hebat di perempatan itu. Kejadian ini menjadi sebuah kunci pengalaman baginya. Ia ingin lebih tahu lagi, untuk mengetahui secara pasti apa tang terjadi ketika seseorang meninggal.

Setelah masa berkabung, pada 1994, Jakoby pindah ke Berlin untuk mengumpulkan data penelitian empirik. Ia mulai mencari orang-orang yang mempunyai pengalaman mendekati kematian, dan mereka yang menyatakan memiliki kontak setelah kematian. Ia menambahkan kedalam dua publikasi daftar lokal dan memprakarsai kelompok diskusi untuk menarik orang dan mereka yang mempunyai pengalaman seperti itu.

"Berlin adalah sebuah tempat yang bagus untuk penelitian semacam ini, jika anda berwawasan terbuka tentang hal-hal seperti itu", kata Jakoby.

Perlahan-lahan, Jakoby mulai menetapkan diri di Berlin dengan bekerja sebagai seorang pemandu kematian dan menghubungkan dengan komunitas kalangan tertentu. Ia bertemu banyak orang yang seperti dirinya, berpengalaman hal-hal seperti itu dan mencari jawaban-jawaban, tetapi terhalang oleh komunitas ilmu pengetahuan yang terbentuk sebelumnya dan keengganan mereka untuk meneliti kejadian-kejadian ini lebih jauh


sumber: erabaru.net

Misteri Pengalaman Menjelang Ajal

Misteri pengalaman menjelang ajal maut kematian

Kematian, masih merupakan suatu misteri yang belum terpecahkan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan seseorang meninggalkan dunia fana ini. Sejauh ini yang manusia ketahui adalah bahwa Ajal maupun Maut seseorang telah ditentukan oleh Tuhan.

Misteri mengapa "orang hidup kembali dari kematian" merupakan laporan pengalaman spiritual yang kemungkinan dapat dijelaskan secara biologis, menurut sejumlah ilmuwan.

Para ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap gelombang otak pasien sekarat, telah menemukan adanya lonjakan aktivitas elektrik pada otak mereka beberapa saat menjelang kematian.




Sejumlah dokter dari medical center Universitas George Washington yakin, gelombang ini kemungkinan menjadi penyebab dari mati suri, di mana pasien melihat diri mereka berjalan menuju kilauan cahaya atau mengambang ke luar tubuh mereka.

Banyak pasien yang mengalami sensasi ini percaya bahwa mereka memiliki visi religius dan memperlakukannya sebagai konfirmasi terhadap kehidupan setelah kematian.

Beberapa pasien bahkan melaporkan telah melihat Yesus, Nabi Muhammad, maupun Krisna. Sebagian lagi ada yang mengatakan bahwa perasaan mereka diliputi rasa damai saat mereka mulai memasuki terowongan yang dipenuhi kilauan cahaya

Bagaimanapun juga, para dokter di Universitas George Washington memiliki penjelasan biologi alternatif yang diterbitkan dalam Jurnal of Palliative Medicine.

Seperti dilansir Daliy Mail, tim yang dipimpin oleh Dr. Lakhmir Chawla, menggunakan perangkat pengukur aktivitas otak atau electroencephalograph (EEG), terhadap tujuh orang pasien parah yang diberikan obat penenang.

Dr. Chawla mencatat, saat menjelang kematiannya pasien-pasien ini mengalami letupan aktivitas otak yang berlangsung selama 30 detik hingga tiga menit.

Aktivitas ini mirip dengan yang terukur pada orang yang sepenuhnya sadar. Segera setelah lonjakan aktivias gelombang tersebut, pasien dinyatakan meninggal.

"Kami pikir, pengalaman menjelang kematian dapat disebabkan oleh adanya gelombang energi elektrik yang dilepaskan pada saat otak kehabisan oksigen," ujar Dr. Chawla kepada The Times.

"Ketika aliran darah melambat dan pasokan oksigen berkurang, sel-sel otak melepas impul elektrik terakhir. Ini diawali pada salah satu bagian otak dan menyebar yang kemungkinan memberikan orang-orang mental semangat."

Ia menambahkan bahwa ia telah melihat fenomena yang sama pada sekitar 50 pasien lainnya.

Namun, Sam Parnia, pemimpin studi Awareness During Resusciation, Inggris, mengatakan, sejumlah kesimpulan Dr. Chawla semestinya ditanggapi secara hati-hati.

Dr. Parnia mengatakan, belum ada pembuktian bahwa lonjakan gelombang elektrik terkait dengan mati suri karena semua pasien meninggal.

Timnya saat ini mewawancarai 700 warga Inggris yang hidup kembali setelah detak jantungnya berhenti untuk mempelajari konsekuensi mental dari pengalaman tersebut.

"Kami melihat kematian sebagai suatu momen, namun secara aktual ini merupakan sebuah proses dan dalam ilmu kedokteran modern seringkali berbalikkan," ujarnya.

Pengalaman menjelang kematian berdampak positif bagi mayoritas pasien, apapun penyebabnya.

Sebuah penelitian di Belanda yang diterbitkan dalam The Lancet pada 2001, ditemukan sekitar satu dari lima korban serangan jantung memiliki pengalaman menjelang kematian. Mereka menemukan pasien-pasien ini cenderung merasa lebih bahagia, lebih rendah hati dan berkurangnya rasa takut mereka dalam menghadapi kematian di kemudian hari.


sumber:erabaru.net
..::klik untuk One 4 Share versi mobile ::.. _ __